Workshop Pembuatan Peta Hasil Risk Mapping Program ICBRR PMI Bengkulu

Japanese Red Cross (Palang Merah Jepang) bekerjasama dengan PMI Provinsi Bengkulu mengadakan kegiatan Integrated Community Based Risk Reduction (ICBRR) atau program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memahami bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko bencana yang ada di lingkungan mereka. Inisiasi tahap awal telah dilakukan dengan melakukan kajian bencana melalui proses baseline survey, risk mapping dan VCA/PRA. Tidak hanya itu, output yang dihasilkan akan dibuat dalam bentuk peta bahaya, kerentanan, kapasitas dan juga risiko bencana. Untuk itu PMI Provinsi Bengkulu menjalin kerjasama dengan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) untuk memfasilitasi kegiatan workshop pembuatan peta hasil risk mapping di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan workshop berlangsung pada tanggal 13-17 November 2017 bertempat di Hotel Sinar Sport, Provinsi Bengkulu. Peserta kegiatan merupakan para relawan PMI yang berasal dari provinsi dan juga desa setempat.

Pembukaan kegiatan

Para peserta diberikan materi tentang OpenStreetMap sebagai alat untuk melakukan pemetaan gratis yang bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun. Para peserta diajarkan bahwa dalam pembuatan peta (terutama peta kebencanaan) kelengkapan data spasial menjadi sangat penting. Oleh karena itu, para peserta diajarkan untuk memetakan menggunakan OpenStreetMap untuk melengkapi data spasial yang ada di sekitar Bengkulu.

Suasana pelatihan

Selain materi OpenStreetMap, para peserta juga diajarkan tentang materi pengumpulan data menggunakan GPS, Field Papers, OSM Tracker, dan OMK+ODK Collect. Selain memetakan secara remote (di dalam ruangan) para peserta juga diajak untuk mengumpulkan data di lapangan untuk melengkapi informasi yang ada. Adapun objek yang harus disurvey meliputi infrastruktur dan fasilitas-fasilitas penting yang ada di sana. Kegiatan survey dilakukan disekitaran Hotel Sinar Sport, Provinsi Bengkulu. Para peserta dibagi menjadi 3 kelompok berbeda yang dipandu oleh 2 orang perwakilan HOT dan juga 1 perwakilan dari ICRC. Setelah melakukan survey, para peserta diajarkan bagaimana cara memasukkan data hasil survey ke dalam OpenStreetMap.

Dokumentasi kegiatan survey

Setelah memahami bagaimana cara memetakan menggunakan OpenStreetMap dan juga teknik pengumpulan data, para peserta diajarkan bagaimana penggunan QGIS untuk membuat sebuah peta. Materi ini menjadi sangat berguna bagi para peserta ketika nanti mereka ditugaskan untuk membuat peta bagi masing-masing wilayah. Tak hanya itu, di akhir kegiatan para peserta juga diberikan demonstrasi singkat mengenai penggunaan InaSAFE sebagai sebuah alat untuk membuat skenario dampak dari sebuah bencana.

Secara keseluruhan, kegiatan workshop dapat terlaksana dengan cukup baik. Di akhir kegiatan, para peserta telah memahami bagimana cara memetakan menggunakan OpenStreetMap, bagaimana teknik melakukan pengumpulan data, serta bagaimana cara membuat peta menggunakan QGIS.

Di akhir kegiatan, Bapak Arifin Muhammad Hadi selaku Ketua Departemen Penanggulangan Bencana PMI Pusat berkesempatan hadir untuk melihat bagaimana jalannya pelatihan sekaligus menutup acara pelatihan kali ini.

Bapak Arifin Muhammad Hadi (Ketua Departemen Penanggulangan Bencana PMI Pusat) hadir dalam sesi pelatihan

Adhitya Dido
Adhitya Dido
GIS Training Officer of Humanitarian Openstreetmap Team Indonesia.

Comments are closed.