Siaga Banjir, Pusdalops BPBD DKI Jakarta Tingkatkan Kapasitas SDM

Staff of Operation Control Centre (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta attended a training "The Use of OSM - QGIS - InaSAFE for Flood Response" in Disaster Managemet Innovation (DM Innovation) office

Bagi sebagian warga Jakarta, bulan Januari – Februari mungkin merupakan salah satu bulan tersibuk. Kenapa? Karena pada 3 bulan kedepannya, merupakan waktu-waktu dimana banjir biasanya terjadi. Tak hanya masyarakat yang sibuk berbenah, pemerintah daerah juga aktif melakukan berbagai upaya penanggulangan banjir, salah satunya yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta. Pada bulan lalu (Februari), bekerja sama dengan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia dan Disaster Management Innovation (DM Innovation); BPBD DKI Jakarta melakukan pelatihan OpenStreetMap (OSM), QGIS, dan InaSAFE kepada staf Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta. Pelatihan yang dilaksanakan tepatnya pada 1 – 3 Februari di Kantor DM Innovation ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan OSM, QGIS, dan InaSAFE dalam manajemen bencana pada umumnya, dan secara khusus dalam mendukung respon banjir Jakarta.

Melalui pelatihan ini, disampaikan kepada peserta bahwa data OSM dapat dimanfaatkan sebagai alternatif data keterpaparan (exposure) untuk selanjutnya digunakan untuk memperkirakan bangunan, fasilitas umum, ataupun jaringan jalan yang mungkin terdampak banjir. Mengapa dikatakan “mungkin” ? Karena untuk mengetahui berapa banyak dan apa saja bangunan, fasilitas umum, dan jaringan jalan yang tergenang secara aktual tetap diperlukan survei lapangan. Dalam hal ini, data OSM berperan sebagai data awal untuk membantu BPBD memperkirakan dampak dari suatu kejadian banjir (perkiraan dampak dilakukan menggunakan QGIS dan InaSAFE), sehingga BPBD dapat lebih baik dalam mempersiapkan dan / atau memperkirakan fasilitas-fasilitas umum ataupun jaringan jalan yang lumpuh akibat banjir, dan apa langkah pemerintah untuk mengantisipasinya.

Selain data OSM, QGIS dan InaSAFE juga dikombinasikan dengan data kependudukan dalam format raster (pada pelatihan tersebut digunakan data WorldPop) untuk memperkirakan jumlah penduduk yang mungkin terdampak dan/atau perlu dievakuasi akibat banjir. Analisis tersebut diharapkan dapat membantu BPBD memperkirakan kebutuhan logistik dan tempat evakuasi (jika penduduk terdampak banjir mengungsi) ataupun kebutuhan anggaran dengan lebih presisi atau setidaknya tidak berbeda jauh dengan kondisi aktual.

Selain bencana banjir, InaSAFE juga dapat digunakan untuk perkiraan dampak bencana tsunami, gempa, erupsi gunungapi, dan longsor.

Pemafaatan OSM - QGIS - InaSAFE untuk Perkiraan Dampak Banjir

Pemafaatan OSM – QGIS – InaSAFE untuk Perkiraan Dampak Banjir

elida
elida
GIS Trainer @Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia

Comments are closed.