Seminar Nasional dan Peluncuran Data Informasi Kependudukan dan Pemanfaatannya Untuk Penanggulangan Bencana

IMG_0910

Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia kembali mendapatkan kesempatan untuk menghadiri sebuah acara Peluncuran Data Informasi dan Kependudukan dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia. Acara ini merupakan hasil dari kerjasama antaraBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pusat Statistik (BPS), United Nations Population Fund (UNFPA) dan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA).

Acara ini dilaksanakan pada Hari Rabu, 27 November 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh berbagai macam pihak yang terkait dengan sektor kependudukan, kemanusiaan ataupun kebencanaan. Acara dimulai dengan sambutan oleh Bapak Jose Ferraris selaku perwakilan dari UNFPA kemudian oleh Rajan Gengaje dari UNOCHA. Mereka menyatakan bahwa suatu kesempatan yang sangat baik bagi mereka selaku UN Agencies bisa membantu dalam pengumpulan data-data yang mendukung kesiapsiagaan terhadap bencana di Indonesia. Kelengkapan data yang dimiliki oleh pemerintah dapat membantu kesiapsiagaan berbagai sektor untuk membantu menangani bencana sehingga  tujuan utama untuk menyelamatkan nyawa manusia dapat dicapai. Setelah itu kemudian dilanjutkan kata sambutan oleh Drs. Razali Ritonga, M.A selaku perwakilan BPS. Setelah berbagai sambutan, acara secara resmi dibuka oleh Bapak Fatchul Hadi selaku Sekretaris Utama BNPB. Beliau mengatakan bahwa informasi data kependudukan merupakan hal yang penting di dalam rangka penyusunan rencana kontinjensi. Data kependudukan dan kewilayahan merupakan hal yang saling melengkapi satu sama lain. Beliau juga berharap semoga peluncuran data kependudukan yang dimiliki oleh BNPB dan BPS ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh berbagai pihak untuk mendukung upaya penanganan bencana di Indonesia. Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Data Kependudukan di dalam sistem Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI).

Kata sambutan dan Pembukaan (Dari kiri atas searah jarum jam: Bapak Jose Ferraris, Bapak Rajan Gengaje, Bapak Fatchul Hadi, Bapak Razali Ritonga)

Kata sambutan dan Pembukaan (Dari kiri atas searah jarum jam: Bapak Jose Ferraris, Bapak Rajan Gengaje, Bapak Fatchul Hadi, Bapak Razali Ritonga)

Website tersebut merupakan penggabungan antara data kewilayahan dan kependudukan yang dimiliki oleh BPS dengan data kebencanaan yang dimiliki oleh BNPB. Data kependudukan yang dimasukkan merupakan gabungan dari data Sensus Penduduk tahun 2010 dengan data Potensi Desa (PODES) tahun 2011. Menurut Bapak Rizal Ritonga hasil keakuratan data kependudukan ini sudah dapat dikatakan sangat baik dimana terdapat 96 % tingkat kesamaan antara data sensus dengan data potensi desa. Para pihak yang ingin mendapatkan data-data kependudukan tinggal memilih wilayah mana yang ingin diambil datanya kemudian jenis data kependudukan apa yang dicari kemudian bisa langsung diunduh melalui format .xls (Microsoft Excel)

Tampilan Website Data Informasi dan Bencana Indonesia

Tampilan Website Data Informasi dan Bencana Indonesia

Acara selanjutnya adalah presentasi laporan Pilot Survei Pengetahuan Sikap dan Perilaku Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Padang, Sumatera Barat yang dibawakan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas BNPB yaitu Bapak Sutopo Purwo Nugroho. Pilot Survei ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap bencana terutama gempa bumi dan tsunami, selain juga untuk baselinedata kebencanaan tahun 2014. Pemilihan lokasi di kota Padang dikarenakan kota Padang merupakan wilayah yang sangat rentan untuk bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia. Metodologi pelaksanaan survei adalah melalui wawancara terhadapa masyarakat di 10 desa yang sengaja dipilih untuk mewakili desa-desa yang sangat rawan terkena bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Padang. Kesimpulan dari Pilot Survei ini adalah :

  • Tingginya pengetahuan responden terhadap bencana gempa bumi tidak dibarengi oleh ketersediaan fasilitas atau peralatan kesiapsiagaan yang mumpuni.
  • Masih rendahnya tingkat kesiapsiagaan terhadap bencana gempa bumi ataupun tsunami.
  • Peran dari pemerintah daerah setempat perlu ditingkatkan dengan menyediakan peralatan atau fasilitas kesiapsiagaan serta mengaktifkannya.
  • Pilot Survei ini dapat dijadikan pembelajaran dan acuan survei berikutnya dan diharapkan dapat dilakukan dalam skala yang lebih besar seperti provinsi hingga nasional.

Setelah itu dilanjutkan dengan presentasi tentang Infographic dari UNOCHA yang disampaikan oleh Mindaraga Rahardja. Beliau mengatakan bahwa Infographic yang dibuat ini merupakan sebuah media informasi dimana menunjukkan gambaran awal kependudukan di suatu wilayah sehingga dapat dijadikan dasar untuk tanggap bencana dan juga alat koordinasi di berbagai bidang. Infographic ini sendiri merupakan hasil gabungan data sensus penduduk 2010 dan potensi desa 2011 pada tingkat desa dan kecamatan kemudian ditampilkan dalam data skala provinsi.

Dari kiri atas searah jarum jam Infographic, salah satu hasil Peta Pilot Survei di Kota Padang dan Bapak Sutopo Purwo Nugroho sedang memberikan presentasi Pilot Survei di Kota Padang

Dari kiri atas searah jarum jam Infographic, salah satu hasil Peta Pilot Survei di Kota Padang dan Bapak Sutopo Purwo Nugroho sedang memberikan presentasi Pilot Survei di Kota Padang

Sesi terakhir yaitu presentasi dari beberapa narasumber yaitu :

  • Bapak Medi Herlianto (Direktur Kesiapsiagaan BNPB) tentang Data Informasi Kependudukan untuk Kesiapsiagaan Bencana

Menurut beliau Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana sehingga data kependudukan adalah faktor terpenting dalam pengambilan keputusan dalam menentukan kebijakan strategis operasional dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan. Hal ini juga bertujuan agar tercapainya respon darurat bencana yang efektif dan efisien dan juga perlu disiapkan sedini mungkin melalui penyusunan profil kesiapsiagaan daerah (Kabupaten/Provinsi)

  • Bapak Lilik Kurniawan (Direktur Pengurangan Rawan Bencana BNPB) tentang Pengkajian Kapasitas Daerah

Menurut beliau bahwa indeks kebencanaan tiap satuan unit daerah harus dibuat sebaik mungkin dan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan bencananya.

  • Ibu Deni Hidayati (Pusat Penelitian – LIPI)tentang kajian kerentanan dan kesiapsiagaan  masyarakat dalam mengantisipasi bencana Gempa Bumi dan Tsunami.

Berikut adalah link untuk Website Data dan Informasi Bencana Indonesia : http://dibi.bnpb.go.id

Harry Mahardhika
Harry Mahardhika
Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia. Geografi Universitas Indonesia angkatan 2009.

Comments are closed.