Hasil Pelatihan OSM di Universitas Hasanuddin

Kegiatan Pelatihan OpenStreetMap di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin ini merupakan rangkaian acara dari kegiatan OpenStreetMap University Roadshow di beberapa universitas di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk komunitas di daerah tersebut dalam mengenal lebih dalam tentang OpenStreetMap dan QGIS serta InaSAFE dan dapat membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah mereka masing-masing sebagai data collector ataupun data analyst. Pelatihan di Universitas Hasanuddin ini merupakan pelatihan pertama yang diselenggarakan dalam kegiatan OpenStreetMap University Roadshow.

Pelatihan diselenggarakan dalam 3 hari dan dimulai dari hari Kamis, 5 Juni 2014 dan berakhir pada hari Sabtu, 7 Juni 2014. Pelatihan dibuka oleh Bapak Syaffrudin Rauf selaku dosen dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin dan dilanjutkan oleh materi pertama tentang perkenalan Rencana Kontinjensi serta Sistem Informasi Geografi (SIG). Setelah para peserta mendapatkan materi Rencana Kontinjensi mereka diharapkan sudah mengetahui maksud dari rangkaian kegiatan ini dan tujuannya terhadap diri mereka dalam mengikuti pelatihan ini selain itu dengan mempelajari Sistem Informasi Geografi mereka paham posisi OpenStreetMap sebagai data collector dan QGIS serta InaSAFE sebagai data processor sehingga mereka memahami alur rangkaian pelatihan yang akan mereka lakukan.

Setelah para peserta sudah memahami konsep Rencana Kontinjensi serta Sistem Informasi Geografi, materi kemudian masuk ke dalam materi pengenalan OpenStreetMap dan cara melakukan survei lapangan untuk mengumpulkan data. Materi OpenStreetMap terdiri dari beberapa bagian yaitu:

1. Pengenalan OpenStreetMap

2. Melakukan editing di OpenStreetMap menggunakan iD Editor

3. Melakukan editing OpenStreetMap di JOSM

4. Mengenal Tasking Manager

5. Perkenalan GPS serta Field Papers untuk survey lapangan

6. Editing tingkat lanjut di JOSM

7. Melakukan Validasi data OpenStreetMap

8. Menyelesaikan konflik data OpenStreetMap

9. Mengambil data OpenStreetMap

Pada hari Jumat, 6 Juni 2014 dilaksanakan survei lapangan untuk praktik menggumpulkan data menggunakan GPS dan Field Papers. Peserta dibagi ke dalam 3 kelompok dimana dibagi dalam 3 area yang berbeda. Tiap kelompok didampingi oleh 1 orang trainer. Pelaksanaan survei lapangan berjalan dengan lancar dan semua peserta dapat menggunakan GPS dan Field Papers. Dalam survei lapangan ini para peserta mengumpulkan data-data fasilitas umum sepert rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, pasar, dan lain-lain dengan memasukkan informasi seperti nama bangunan, tinggi bangunan, kapasitas ruangan, akses ke atap dan juga alamat bangunan. Setelah melaksanakan survei lapangan para peserta kemudian memasukkan data-data mereka ke dalam JOSM yang akan diedit dan diupload ke dalam situs OpenStreetMap.

Secara umum pelaksanaan pelatihan OSM di Jurusan Teknik Sipil Universitas Hasanuddin berlangsung dengan baik dan lancar. Antusiasme peserta juga terlihat sangat baik dalam menerima materi yang disampaikan oleh para trainer. Para peserta terlihat aktif dalam menanggapi maupun memberikan pertanyaan terkait materi-materi yang disampaikan. Mereka berharap dapat lebih mengaplikasikan ilmu yang didapatkan kedepannya. Lanjutan dari pelatihan OpenStreetMap ini adalah Pelatihan QGIS yang akan diselenggarakan pada bulan September 2014.

foto pelatihan.jpg

Ilustrasi 1. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan OSM di Jurusan Teknik Sipil, UNHAS

Hasil Pre dan Post Test Peserta :

No

Pertanyaan

Pre Test (%)

Post Test (%)

Benar

Salah

Benar

Salah

1

Keunggulan dari OpenStreetMap

100

0

100

0

2

Perangkat Lunak Untuk Mengedit Peta di OpenStreetMap

52.94

47.06

100

0

3

Fungsi GPS dalam Pemetaan

100

0

100

0

4

Fungsi barcode pada field papers

41.18

58.82

60

40

5

Cara mengumpulkan data/informasi dalam pembuatan peta

76.47

23.53

93.33

6.67

6

Contoh data spasial yang digunakan untuk pembuatan peta bencana

94.12

5.88

93.33

6.67

7

Manfaat SIG dalam kebencanaan, Kecuali

64.71

35.29

93.33

6.67

8

Tool pada JOSM yang berfungsi memilih objek

70.59

29.41

80

20

9

Hal-Hal yang yang diperbolehkan dalam OpenStreetMap, Kecuali

41.18

58.82

93.33

6.67

10

Urutan proses pemetaan yang tepat

23.53

76.47

40

60

Dari tabel dan grafik di atas dapat kita lihat bahwa terlihat peningkatan kemampuan peserta terhadap materi-materi yang disampaikan. Peningkatan nilai rata-rata Pre Test peserta dari 67.67 menjadi 84.67 untuk nilai rata-rata post test serta hampir seluruh nilai untuk masing-masing jawaban meningkat kecuali pertanyaan tentang urutan proses pemetaan di OpenStreetMap. Hal ini perlu menjadi perhatian agar pada pelatihan selanjutnya perlu ditekankan kepada para peserta agar mereka dapat memahami dengan baik proses pelatihan serta pengumpulan data di OpenStreetMap dengan baik.

Versi berbahasa Indonesia ditulis oleh: Harry Mahardhika
Versi berbagasa Inggris ditulis oleh: Biondi Sanda Sima

Biondi Sima
Biondi Sima
Biondi is a Communications Specialist in the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia. He studied International Economic Policy and Sustainable Development in SciencesPo Paris and Peking University Beijing.

Comments are closed.