QGIS vs ArcGIS

Peta merupakan sesuatu yang familiar saat ini. Bagi para pengguna, peta mungkin hanya dianggap sebagai alat bantuan mereka untuk mencari lokasi ataupun menemukan informasi yang ditampilkan di peta itu sendiri. Akan tetapi,  membuat peta agar mudah dimengerti dan dipahami oleh pengguna bukanlah hal mudah. Silahkan tanya mereka yang membuat (?). Beberapa hal seperti simbologi ataupun pengaturan terhadap data yang akan ditampilkan seringkali membuat galau.

Dalam membuat peta kita sering mendengar software  GIS atau Bahasa gampangnya Alat membuat peta. Ada 2 jenis software GIS yang sering digunakan yaitu ArcGIS dan QGIS. Masing-masing software tersebut memiliki ‘penggemar’. Seringkali perdebatan seru tentang kelebihan dari masing-masing software kita lihat. Akan tetapi seperti kata pepatah ‘Don’t judge the book by its cover’ artinya jangan menilai sesuatu dari sesuatu yang hanya kita dengar ataupun liat dari luarnya saja.

Akan lebih bijaksana jika kita mencoba kedua software tersebut lebih dalam dan membandingkan alat-alat dengan fungsi yang sama sehingga kita bisa mengetahui mana yang (relatif) lebih baik. Berikut adalah beberapa kelebihan dari QGIS dan ArcGIS yang diambil dari gisgeography.com :

  • Kelebihan QGIS

a. Dapat Membuka Banyak Jenis Data Spasial

QGIS memiliki Bahasa pemprograman yang memungkinkan dia membuka banyak jenis data spasial dari sumber manapun. Hal ini tentu saja memudahkan kita ketika ingin membuka data-data yang kurang familiar dan tidak dapat dibuka di ArcGIS. Selain itu, menghemat waktu kita dalam melakukan konversi jenis data tersebut.

b. Tampilan QGIS Simpel dan User Friendly

Untuk para pengguna baru atau biasa dikatakan newbie, tampilan muka (interface) memang sangat penting. Kesan pertama agar kita bisa menyukai suatu software adalah salah satunya apakah dapat mudah digunakan dan jelas. QGIS memiliki pilihan ‘add data’ sesuai dengan jenis data yang ingin kita pilih, seperti vektor, raster, dll.

c. Lisensi dan OpenSource

Inilah yang menjadi kekuatan utama dari QGIS. Dengan sifatnya yang open source, QGIS dapat digunakan oleh siapa saja tanpa harus melanggar aturan atau dalam bahasa laininya membajak software tersebut. Untuk menggunakan QGIS kita cukup download dan install. Tidak diperlukan keterampilan untuk hack atau crack seperti yang (mungkin) kita lakukan saat menginstal software yang memiliki lisensi berbayar. Selain itu, kita dapat menggunakan seluruh alat dan plugin yang ada di QGIS secara gratis dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

d. Remote Sensing Processing Tool yang lebih baik

QGIS memiliki QGIS semi-automatic classification plugin dimana dapat memungkinkan kita mendowlnload data LandSat dan mengkalsifikasinnya dengan cara semi otomatis. Selain itu, Orfeo Toolbox memungkinkan mengatur dan melakukan proses yang lebih luas terhadap data tersebut. LASTools sangat cocok dan sesuai digunakan untuk melakukan proses pengolahan data LiDAR dibandingkan LAS Dataset yang ada di ArcGIS.

e. GeoCoding dan Alat Data Konversi di QGIS Gratis

Proses GeoCoding adalah memberikan koordinat ataupun nilai X,Y terhadap nama jalan di peta kita. Di QGIS kita dapat menggunakan 2 plugin untuk melakukan GeoCoding yaitu MMQGIS Plugin dan Geo Code Plugin dan semua plugin itu gratis untuk digunakan. Hal ini berbeda dengan proses GeoCoding di ArcGIS dimana jika kita ingin melakukan GeoCoding kita harus membayar untuk dapat menggunakan ArcGIS online GeoCoding Service. Begitu juga jika kita ingin menggunakan alat konversi geometri di ArcGIS beberapa alat harus memiliki lisensi tersendiri.

  • Kelebihan ArcGIS

a. ArcCatalog yang lebih dinamis

ArcCatalog adalah aplikasi manajemen data yang disediakan oleh ArcGIS dimana kita dapat melakukan manajemen data-data kita sehingga lebih terstruktur dan lebih mudah untuk digunakan untuk proses pemetaan. Selain bisa menambahkan, menghapus, mengubah data dan peta kita di dalamnya, ArcCatalog juga bisa digunakan sebagai tempat kita melihat meta data kita dan melakukan proses pemetaan seperti membuat modelling terhadap data-data yang kita punya. QGIS sebetulnya memiliki juga QGSI Browser yang fungsinya sama seperti ArcCatalog akan tetapi fungsinya tidak sedinamis dan sebanyak di ArcCatalog.

b. GIS Data yang lebih lengkap dari seluruh dunia

ArcGIS memiliki ArcGIS online Data Catatog dimana berisi ribuan data-data spasial yang berasal dari seluruh dunia. Data-data tersebut tersedia mulai dari data cuaca, kehutanan, kelautan, iklim dan masih banyak lainnya. Hal ini membuat kemampuan dan data yang akan kita gunakan akan lebih powerful dan analisis yang dihasilkan bisa jauh lebih dalam.

c. Variasi Plugin yang lebih lengkap dan powerful

Walaupun QGIS terkenal dengan pluginnya yang gratis dan banyak akan tetapi tidak banyak dari kita yang mengetahui ternyata ArcGIS juga memiliki ArcGIS Market Place dimana menyediakan plugin disediakan secara gratis maupun berbayar. Kelebihan dari ArcGIS Market Place ini adalah semua plugin tersedia untuk menyelesaikan solusi untuk semua masalah yang anda hadapi saat membuat peta. Baik untuk data vektor maupun data raster dimana QGIS kebanyakan hanya memiliki plugin yang lebih banyak untuk pengolahan data vektor saja.

d. ArcGIS Geostatistical

Ketika kita membuat peta, statistik dari data-data yang kita olah dan gunakan disadari atau tidak pasti akan diperlukan untuk keperluan analisis. Perhitungan statisitik rumit dapat dijalankan dengan sederhana dan mudah oleh ArcGIS Geostatistical.

e. ArcGIS Network Analysis dan ArcGIS Model Builder

Menggunakan Network Analysis untuk menghitung jarak terdekat dan sebagainya serta model builder untuk membuat model perhitungan data-data spasial sangat mudah digunakan di ArcGIS. Semua alat dan sistem yang ada terlah terintegrasi dan sangat stabil. QGIS juga memiliki alat semacam ini akan tetapi seringkali ketika sedang melakukan proses terjadi force close atau terhenti tiba-tiba.

f. 3D View yang Luar Biasa

Tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan ArcGIS untuk melakukan analisis keruangan dengan menggunakan 3 dimensi sangatlah nyaman. Kemampuan dari ArcScene untuk menampilkan data kita secara 3 dimensi dan Arc Globe sangat membantu kita dalam melakukan pengolahan dalam tampilan 3 Dimensi di ArcGIS.

g. Editing Tingkat Lanjut

ArcMap Editing Advanced Tools dan ArcGIS Topology merupakan alat yang sangat dibutuhkan jika kita ingin melakuakn editing lebih lanjut terhadap data-data kita. Kemampuan serta kedinamisan dari ArcMap Editing Advanced Tools ini membuat pengolahan atau edit data-data seperti trim,fillet,extending curves menjadi lebih mudah dan ketika ingin memperbaiki topologi dari data kita ArcGIS Topology akan menunjukkan setiap langkah-langkah yang harus kita lakukan. Sampai saat ini untuk editing data tingkat lanjut belum ada yang bisa mendekati kenyamanan dan kedinamisan dari ArcGIS

Diatas sudah dijelaskan beberapa kelebihan dari QGIS maupun ArcGIS akan tetapi dalam beberapa hal baik QGIS maupun ArcGIS memiliki beberapa kelebihan yang sama dan tidak dapat dikatakan unggul antara satu dengan yang lain. Artinya untuk hal-hal berikut itu sangat relative untuk dikatakan siapa yang lebih baik. Hal-Hal tersebut adalah :

  1. Pengaturan Proyeksi dan Sistem Proyeksi yang ada
  2. Layout Peta di QGIS maupun ArcGIS sama-sama menawarkan pilihan dan fasilitas untuk melakukan layout yang beragam dan bervariasi sehingga pengguna dapat menggunakan kreatifitas mereka untuk membuat peta yang se-menarik dan se-informatif mungkin.
  3. Simbologi dan Labellig Sama-sama baik di QGIS and ArcGIS
  4. Pembuatan Peta Tematik dan Atlas memiliki kemampuan yang sama-sama baik.
  5. Dukungan Modul serta Dokumentasi Penggunaan sangat banyak dimana QGIS didukung oleh kekuatan Komunitas OpenSource sedangkan ArcGIS dibantu oleh pengguna setianya serta staf ESRI yang tersebar di seluruh dunia.

Dan adapun kekurangan baik itu ArcGIS maupun QGIS, keduanya masih memiliki kekurangan dalam melakukan pengolahan data Raster terutama pengolahan lebih lanjut.

Kesimpulan :

QGIS memang sangat kuat dibagian kekuatan komunitas dan lisensi opensource-nya memudahkan siapa saja untuk bisa menggunakannya dan ingin belajar lebih jauh tentang pemetaan. Dengan tampilan yang lebih sederhana dan ikon-ikon yang lebih berwarna QGIS sangat cocok untuk pengguna pemula hingga intermediate. ArcGIS sangat kuat dibagian bagian pemprosesan data dan analisa serta editing data lebih lanjut. Dengan banyaknya alat yang disediakan oleh ESRI menjadikan ArcGIS sangat kuat untuk pengolahan data dan cocok untuk pengguna intermediate hingga advanced. Siapa yang Menang??? Semua terserah anda. Anda yang menggunakan. Anda yang menentukan. Yang lebih penting adalah apapun peta yang anda buat, dia dapat bermanfaat untuk orang lain bukan. Happy Mapping 😀

Sumber :

27 Differences Between ArcGIS and QGIS – The Most Epic GIS Software Battle in GIS History

Harry Mahardhika
Harry Mahardhika
Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia. Geografi Universitas Indonesia angkatan 2009.

Comments are closed.