Pemetaan Partisipatif Kawasan DAS Dagesime Magepanda-Ria Wajo Menggunakan OSM

Pentingnya data spasial dalam pengelolaan wilayah

Kurangnya data spasial yang lengkap di suatu wilayah dapat menyebabkan sulitnya melakukan identifikasi masalah secara menyeluruh di wilayah tersebut. Kita tidak dapat mengetahui apakah daerah tersebut sudah memiliki kelengkapan infrastruktur dari aspek kesehatan, pendidikan ataupun infrastruktur lainnya. Masalah lain terkait kurangnya data spasial juga kita tidak dapat menggali masalah apa yang sedang terjadi dan masalah mana yang perlu penanganan secepatnya. Hal ini juga berlaku dalam pengelolaan wilayah DAS. Kurangnya data spasial menyebabkan pemerintah terkait tidak dapat melakukan identifikasi wilayah DAS mana yang perlu penanganan khusus.

Oleh karena itu, KARINA melalui Caritas Keuskupan Maumere (CKM) melakukan kerjasama dengan Humanitarian OpenStreetMap Indonesia (saat ini Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia atau POI) untuk melakukan pemetaan secara detil wilayah DAS Dagesime Magepanda-Ria Wajo yang terletak di Kecamatan Magepanda dan Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari pemetaan ini adalah terkumpulnya data-data lapangan terkait informasi DAS, seperti data mata air (jumlah, kondisi, vegetasi sekitar, pemanfaatan), infrastruktur desa, penggunaan lahan, titik ancaman bencana, hingga program-program desa terkait upaya pemeliharaan DAS. Dengan terkumpulnya data-data penunjang yang lengkap, hasil dari pemetaan ini akan digunakan untuk menangkap permasalahan serta fenomena yang terjadi di dalam lingkup DAS Dagesime Magepanda-Ria Wajo.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa di tahun 2016 dan 2017. Jika kegiatan sebelumnya hanya berfokus pada desa-desa dalam lingkup DAS Dagesime, kegiatan di tahun 2018 ini memperluas daerah surveynya hingga ke desa-desa dalam lingkup DAS Ria Wajo. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan selama 21 hari, diawali dari pelatihan surveyor, pengumpulan data di lapangan, pelatihan input data dan pembuatan peta desa, hingga penyelenggaraan diskusi publik yang dihadiri oleh perwakilan desa dan instansi terkait. Detil penyelenggaran kegiatan dapat dilihat di tabel berikut:

  • Waktu : 2 Juli 2018
  • Tempat : Puskolap Jiro Jaro WTM Tanali, Desa Bhera, Kecamatan Mego
  • Peserta : 20 orang perwakilan desa
  • Materi : Penggunaan GPS, ODK, dan peta survey
  • Fasilitator
    • Adityo Dwijananto
    • Adhitya Dido Widyanto
    • Tri Selasa Pagianti
    • Sheila Amalia

  • Waktu : 3-17 Juli 2018
  • Tempat : 20 desa
    • 7 desa di Kecamatan Magepanda
    • 13 desa di Kecamatan Tana Wawo, Paga, dan Mego
  • Peserta : 4 orang perwakilan POI dibantu 2 orang perwakilan masing-masing desa
  • Materi : –
  • Fasilitator
    • Adityo Dwijananto
    • Adhitya Dido Widyanto
    • Tri Selasa Pagianti
    • Sheila Amalia

  • Waktu : 18-19 Juli 2018
  • Tempat : Kantor Caritas Keuskupan Maumere (CKM), Maumere
  • Peserta : 20 orang perwakilan perangkat desa
  • Materi : OSM, JOSM, QGIS, dan Ushahidi
  • Fasilitator
    • Adityo Dwijananto
    • Adhitya Dido Widyanto
    • Tri Selasa Pagianti
    • Sheila Amalia

  • Waktu : 20 Juli 2018
  • Tempat : Hotel Sylvia lantai 3, Maumere
  • Peserta : 40 orang (perwakilan desa dan instansi terkait)
  • Materi : Pemaparan hasil survey lapang
  • Fasilitator
    • Adityo Dwijananto
    • Adhitya Dido Widyanto
    • Tri Selasa Pagianti
    • Sheila Amalia

Pelatihan Surveyor

Kami melatih para surveyor desa yang akan melakukan survey ke 20 desa dalam kawasan DAS Dagesime Magepanda dan Ria Wajo. Kami mempersiapkan perwakilan desa untuk dapat melakukan survey dengan menggunakan GPS (untuk mengambil titik lokasi objek), ODK (pengisian kuesioner terkait data sekunder), dan peta survey. Kegiatan pelatihan diisi dengan diskusi mengenai objek yang akan diambil, serta simulasi survey sehingga para perwakilan desa paham mengenai cara survey dengan baik.

Gambar 1: Suasana kegiatan pelatihan surveyor dan kegiatan simulasi survey

Pengumpulan Data Lapang

Seluruh perwakilan desa turun ke masing-masing desa untuk melakukan pengambilan data-data penunjang DAS seperti titik-titik infrastruktur desa, batas administrasi desa, titik ancaman bencana, penggunaan lahan, titik mata air hingga data program desa terkait pemeliharaan DAS. Setiap perwakilan desa ditemani oleh satu orang perwakilan dari POI, sehingga dalam pengumpulan datanya bisa dilakukan lebih cepat. Dalam surveynya, setiap perwakilan desa beserta perwakilan dari POI juga harus mengambil data-data sekunder terkait data desa yang dapat diambil di kantor desa setempat. Berikut adalah data lokasi desa yang disurvey berdasarkan pembagian waktu surveynya:

Gambar 2: Tabel pembagian survey desa berdasarkan waktu pelaksanaan survey

 

Gambar 3: Kegiatan pengumpulan data lapang. Kiri atas: proses penggambaran batas dusun dan batas desa dengan bantuan aparat desa; Tengah atas: data profil desa yang harus diambil; Kanan atas: pembuatan batako oleh warga; Bawah: Foto embung di Desa Reroroja

Pelatihan Input Data

Kami juga melatih perangkat desa (yang paham mengenai penggunaan komputer) untuk dapat melakukan input data hasil survey lapang menggunakan Java OpenStreetMap. Dalam pelatihan ini, setiap desa mengirimkan 2 orang perwakilannya untuk diberikan materi mengenai OpenStreetMap dan juga Java OpenStreetMap. Selain itu, para perangkat desa juga dilatih untuk dapat membuat peta desa menggunakan aplikasi Quantum GIS. Pada akhir kegiatan, masing-masing desa telah mampu untuk membuat peta untuk masing-masing desanya.

Gambar 4: Suasana kegiatan pelatihan input data di Kantor CKM, Maumere. Kiri: Peserta belajar memasukan laporan ke dalam USHAHIDI; Kanan: Peserta belajar membuat peta menggunakan Map Composer pada QGIS

 

Gambar 5: Contoh hasil peta dari peserta pelatihan. Dari kiri ke kanan: Desa Tuwa, Desa Wolodhesa, Desa Paga.

Materi lain yang juga diberikan adalah pengenalan platform untuk melakukan pelaporan dan monitoring data menggunakan Ushahidi. Masing-masing perangkat desa kami pandu untuk dapat melaporkan setiap data ke dalam Ushahidi sehingga data yang ada akan semakin kaya dan juga interaktif.

Gambar 6: Platform USHAHIDI untuk pelaporan hasil pengumpulan data lapangan. Anda dapat melihat tampilan lengkapnya di https://openstreetmap.id/marajo/

Diskusi Publik

Seluruh rangkaian kegiatan di Maumere ditutup dengan diadakannya diskusi publik. Diskusi ini dimaksudkan sebagai media untuk penyampaian hasil kegiatan survey yang telah dilakukan oleh desa dalam waktu kurang lebih sekitar 2 minggu. Dalam kegiatan ini, seluruh pihak dan instansi terkait turut dilibatkan, mulai dari surveyor desa, perangkat desa (Kepala Desa dan Ketua BPD), Organisasi Perangkat Daerah atau OPD seperti BPBD,UPTD Kehutanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Bapelitbang, Dinas Lingkungan Hidup.

Gambar 7: Kegiatan Diskusi Publik yang menutup rangkaian kegiatan di Maumere, Nusa Tenggara Timur Kiri: Yantisa Akhadi, Country Manager Perkumpulan OpenStreetMap Indonesia (POI) memberikan sambutan di awal acara; Kanan: Suasana pemaparan hasil survey per desa yang dibawakan oleh Adityo Dwijananto selaku Project Coordinator POI

 

Tertarik melakukan pemetaan dengan OSM? Mari bergabung dengan kami! Anda dapat menghubungi kami disini:

Kontak Kami

Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia

Jl. Tebet Timur Dalam VII No. 15, Jakarta Selatan 12820

+62 21 39830173

Follow us!

Email: team.id@hotosm.org

Website: openstreetmap.id

Instagram: @hotosm.id

Twitter: @OSM_ID

Adhitya Dido
Adhitya Dido
GIS Training Officer of Humanitarian Openstreetmap Team Indonesia.

Comments are closed.