Pemanfaatan Geo Data Collect (GDC) untuk Inventarisasi Objek Sejarah dan Budaya

Inventarisasi merupakan langkah penting untuk menjaga dan melestarikan suatu objek sejarah dan budaya. Saat ini banyak objek tangible (berbentuk fisik) yang memiliki nilai sejarah dan budaya namun luput dari inventarisasi, inventarisasi atribut maupun lokasi dari objek-objek tersebut. Pembuatan basisdata objek sejarah dan budaya di suatu wilayah menjadi penting untuk memudahkan pihak-pihak terkait dalam mengawasi objek-objek tersebut. Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) dan Rujak Center for Urban Studies (RCUS), bekerja sama dengan Humanitarian Openstreetmap Team (HOT) Indonesia menyelenggarakan pelatihan yang merupakan bagian dari proyek Open Data for Kotatua Cultural Heritage Assets. Adapun tujuan utama dari pelatihan tersebut adalah untuk memperkenalkan OpenStreetMap (OSM) dan Geo Data Collect (GDC)  sebagai alat pengumpulan data lapangan secara mudah dan sistematis.

Pelatihan berlangsung selama selama satu hari penuh sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, pada hari Kamis, 17 November 2016. Pelatihan yang dibuka oleh Elisa Sutanudjada selaku perwakilan dari RCUS ini diikuti oleh 10 peserta dari PDA, RCUS, Kementerian Pariwisata, staf teknik Kotatua, serta tim ahli sejarah dan budaya.

Suasana pada Sesi Pelatihan

Suasana pada Sesi Pelatihan

Apa Saja Isi Pelatihan Ini ?

Pelatihan diawali dengan pemaparan  mengenai apa itu OSM, serta kegunaannya dalam berbagai aspek kehidupan. Setelah itu, peserta diperkenalkan tentang aplikasi GDC dan berbagai fiturnya dalam pengumpulan data lapangan, seperti mampu menentukan titik lokasi (waypoint), mampu mengisi form survei secara langsung melalui smartphone, hingga mampu mengambil foto, video, dan rekaman suara/wawancara secara langsung pada saat survei lapangan.

Selain memahami cara kerja GDC, peserta juga diajarkan bagaimana membuat form online mereka sendiri untuk digunakan dalam GDC. Form online tersebut disusun dalam struktur   XLSform. XLSform merupakan salah satu format formulir standar yang dibuat untuk memudahkan pembuatan form survei secara online dengan menggunakan software pengolah angka seperti Microsoft Excel, OpenOffice Calc, ataupun dikerjakan secara online melalui Google Spreadsheet. Dengan demikian, kita dapat dengan mudah membuat form survei online sendiri, meskipun tanpa  kemampuan pemrograman.

Contoh XLSform dan Tampilan Hasilnya

Contoh XLSform dan Tampilan Hasilnya

333333

Sesi Foto Bersama Seusai Pelatihan

Meskipun merupakan pengalaman baru bagi semua peserta yang hadir pada pelatihan tersebut, seluruh peserta terlihat antusias dan aktif, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta pada setiap sesinya, dan di akhir sesi pelatihan peserta mampu membuat XLSform mereka sendiri dan menggunakannya pada aplikasi GDC di smartphone masing-masing.

Tertarik untuk belajar membuat XLSform dan menggunakannya pada aplikasi GDC? Silakan kontak tim HOT Indonesia. Ingin belajar sendiri membuat XLSform? Kunjungi situs http://xlsform.org/.

Adhitya Dido
Adhitya Dido
Mapping Supervisor of Humanitarian Openstreetmap Team Indonesia.

Comments are closed.