Pelatihan Pembentukan Point of Interest (POI) di Daerah Rawan Banjir Kelurahan Pluit, Jakarta

DKI Jakarta adalah Ibukota Negara Indonesia yang juga merupakan kota terbesar di Indonesia yang dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk memiliki berbagai macam kompleksitas serta persoalan yang melanda kota tersebut. Salah satu persoalan yang selalu melanda Jakarta setiap tahunnya adalah banjir. Banjir terakhir yang melanda jakarta terjadi pada bulan Januari 2013 dimana hampir 50 % persen dari penduduk Jakarta terdampak banjir tersebut serta mengakibatkan 12 orang meninggal dan dampak serta kerugian mencapai 20 trilliun rupiah.

Salah satu daerah yang rawan terkena banjir di Jakarta adalah Kelurahan Pluit. Kelurahan Pluit terletak sekitar 1,5 meter di bawah permukaan laut serta terdapat waduk pluit yang fungsinya tidak berjalan dengan maksimal untuk mengalirkan air sungai ke laut membuat Kelurahan Pluit menjadi salah satu daerah rawan banjir di Jakarta.

Berangkat dari masalah tersebut maka Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia bekerja sama dengan UNESCO mengadakan pelatihan pembentukan Point of Interest (POI) di Kelurahan Pluit yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi-informasi penting terkait banjir seperti tempat pengungsian, dapur umum, jalur evakuasi, posko logistik dan lain-lain yang berbasiskan komunitas masyarakat sehingga nantinya  dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap daerah tempat tinggal mereka sehingga dapat meminimalisir dampak dan kerugian akibat banjir.

Pelaksanaan pelatihan didahului dengan Coordination Meeting  pada tanggal 18 September 2013 dengan Pihak HOT, UNESCO, Kelurahan Pluit dan para peserta pelatihan yang terdiri dari perwakilan tiap-tiap RW, Karang Taruna dan Satpol PP di Kelurahan Pluit. Dalam Coordination Meeting ini kita menyepakati tanggal pelatihan, pelaksanaan survei lapangan, pembagian wilayah survei dan pembagian kelompok survei lapangan.

Hasil dari Coordination Meeting adalah pelatihan dibagi ke dalam 2 sesi yaitu sesi pengenalan POI dan OSM, pada hari Rabu tanggal 25 September 2013 dan sesi input data hasil survey lapangan pada tanggal 2 Oktober 2013. Untuk survei lapangan sendiri, terdapat 3 wilayah survei  dalam pelatihan ini yaitu Muara Karang, Pluit dan Muara Angke pada tanggal 27, 28 dan 29 September 2013.

coordination meeting

  • Pelatihan Sesi 1 (Rabu, 25 September 2013)

Pelatihan hari 1 ini dimulai dengan sesi perkenalan UNESCO dan pelatihan POI oleh Mbak Nina Marlena selaku perwakilan dari UNESCO setelah itu perkenalan HOT dan OpenStreetMap kemudian ada materi tentang penggunaan GPS dan Field Papers. Dalam materi penggunaan GPS dan Field Papers para peserta juga melakukan praktek singkat di sekitar kantor Kelurahan Pluit sekaligus sebagai “pemanasan” sebelum melakukan survei pengumpulan POI di masing-masing wilayah mereka. Setelah itu materi terakhir yaitu pengenalan Photo Voice dan CrowdMap kepada peserta.

Perkenalan Pelatihan POI oleh Mbak Nina Marlena

Perkenalan Pelatihan POI oleh Mbak Nina Marlena

  • Survei Pengumpulan POI (27 – 29 September 2013)

Setelah mendapatkan materi pelatihan hari 1 tentang apa itu OSM kemudian penggunaan GPS dan Field Papers serta kamera untuk mengambil gambar maka para peserta melakukan survei pengumpulan POI di wilayah masing-masing. Adapun POI yang akan diambil terdiri dari :

  1. Sekolah (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Lembaga Kursus, dll)
  2. Puskesmas/Rumah Sakit
  3. Tempat Ibadah
  4. Gedung olah raga
  5. Kantor pemerintahan (Kantor camat, lurah, RW)
  6. Pelabuhan
  7. Pasar
  8. Pusat perbelanjaan
  9. Tanggul
  10. Rumah pompa
  11. Tower tegangan tinggi
  12. Tempat pembuangan sampah
  13. Hydrant
  14. Pintu masuk gorong-gorong

Survei pengumpulan POI pertama dilaksanakan di wilayah Muara Karang pada hari Jum’at 27 September 2013 dimana terdiri dari 4 kelompok survei yang terdiri dari perwakilan RW, Karang Taruna dan Satpol PP. Lokasi survei Muara Karang terdiri dari 9 RW yaitu RW 02,03,08, 12,13,14,15,17,18.

Survei Pengambilan POI di Wilayah Muara Karang

Survei Pengambilan POI di Wilayah Muara Karang

Survei pengumpulan POI hari kedua dilaksanakan di wilayah Pluit pada hari Sabtu, 28 September 2013 dimana terdiri dari 4 kelompok survei yang terdiri dari perwakilan RW, Karang Taruna dan Satpol PP. Lokasi survei Pluit terdiri dari 7 RW yaitu RW 04,05,06,07,09,16 dan 19.

Survei Pengambilan POI di Wilayah Pluit

Survei Pengambilan POI di Wilayah Pluit

Survei pengumpulan POI hari ketiga dilaksanakan di wilayah Muara Angke pada hari Minggu, 29 September 2013 dimana terdiri dari 3 kelompok survei yang terdiri dari perwakilan RW dan Karang Taruna. Lokasi survei terdiri dari 4 RW yaitu RW 01, 11, 20 dan 21.

Survei Pengambilan POI di Muara Angke

Survei Pengambilan POI di Muara Angke

  • Pelatihan Sesi 2 (Rabu, 2 Oktober 2013)

Setelah mengumpulkan semua data di lapangan maka para peserta akan memasukkan data-data yang dikumpulkan melalui GPS dan Field Papers ke dalam OSM  dan CrowdMap. Materi yang diberikan pada pelatihan hari ke 2 ini adalah bagaimana cara memasukkan data POI ke dalam OSM menggunakan aplikasi Java OpenStreetMap (JOSM) dan CrowdMap. Setelah sudah melakukan input data maka sesi terakhir dalam pelatihan ini adalah penutupan pelatihan POI ini oleh perwakilan Kelurahan Pluit yang disampaikan oleh Bapak Sekretaris Kelurahan Pluit

Tampilan Hasil Survei di JOSM

Tampilan Hasil Survei di JOSM

Tampilan hasil survei di CrowdMap

Tampilan hasil survei di CrowdMap

Hasil pengumpulan POI di Kelurahan Pluit ini dapat dilihat di sini selain itu hasil dari pengambilan gambar yang sudah dimasukkan ke dalam crowdmap selengkapnya dapat dilihat di http://openstreetmap.id/banjirpluit/

Harry Mahardhika
Harry Mahardhika
Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia. Geografi Universitas Indonesia angkatan 2009.

Comments are closed.