Pelatihan OpenStreetMap di Institut Teknologi Bandung, Bandung

Bulan puasa ternyata tidak menjadi halangan untuk tetap produktif. Pada tanggal 25 Juli 2013, tim Humanitarian OpenStreetMap (HOT) Indonesia berkunjung ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman tentang OpenStreetMap (OSM) kepada beberapa mahasiswa Master dan Doktor dari jurusan Teknik Sipil dan Geologi, terutama terkait dengan kemampuan OSM dalam mengumpulkan data infrastruktur bangunan. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut Kristy van Putten dan Charlotte M dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), serta Ryu Hyeuk yang saat ini tengah mencoba mengaplikasikan Earthquake Risk Model (EQRM), sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh Geoscience Australia untuk memperkirakan dampak suatu gempa terhadap infrastruktur bangunan.

Pelatihan yang berlangsung  di gedung Pusat Penelitian Antar Universitas (PPAU) ITB ini dihadiri 5 peserta dari mahasiswa Magister dan Doktor dari jurusan Teknik Sipil dan Geologi. Sebagaimana diungkapkan oleh panitia penyelenggara, pelatihan ini memang bersifat terbatas, agar interaksi dan diskusi antara trainer dan peserta dapat lebih intensif sehingga pemahaman yang diperoleh lebih menyeluruh.

Dalam pelatihan yang hanya berlangsung satu hari ini kami mengajarkan materi OSM tingkat dasar yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada para peserta mengenai apa itu OSM dan data exposure apa yang dapat diambil melalui OSM serta bagaimana cara mengumpulkan data exposure tersebut di lapangan. Berikut ini rincian jalannya pelatihan.

Pada sesi pertama pelatihan, kami menjelaskan pengertian OSM dan pembuatan akun OSM. Para peserta mengikuti dan mempraktekkan sesi ini dengan antusias dan beberapa diantaranya ternyata sudah memiliki akun di OSM. Sesi selanjutnya adalah instalasi Java OpenStreetMap (JOSM) dan teknik dasar menggambar serta melakukan editing di JOSM. Karena para peserta memiliki latar belakang teknik dan sudah terbiasa menggunakan software yang mirip dengan JOSM, maka para peserta  tidak mengalami masalah dalam proses menggambar di JOSM. Bedanya kini mereka harus menambahkan preset dari setiap objek yang mereka buat. Setelah itu, masuk sesi tips editing yang menjelaskan tips-tips menggambar yang benar di JOSM untuk menghasilkan data OpenStreetMap yang berkualitas.

Sesi dilanjutkan dengan praktek lapangan guna mempraktekkan bagaimana cara menggunakan GPS dan Field papers yang sebelumnya telah disampaikan teorinya di kelas. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok membawa GPS dan Field papers dengan latar belakang citra satelit dan data OSM sebagai perbandingan. Wilayah yang dipetakan oleh dua kelompok tersebut adalah kawasan kampus ITB di sekitar Gedung PPAU. Mereka memetakan bangunan-bangunan yang ada di kawasan tersebut dan melengkapinya dengan data infrastruktur bangunan. Setelah melakukan praktek lapangan, masing-masing kelompok memasukkan data yang didapat di lapangan dari GPS dan Field papers ke dalam OSM menggunakan JOSM.

itb

Sebagai penutup, diajarkan kepada peserta mengenai private datastore, yaitu suatu fasilitas dari OSM yang memungkinkan kita untuk menyimpan data yang bersifat pribadi/rahasia, sehingga tidak menjadi konsumsi publik. Fasilitas ini akan sangat berguna jika kita sedang melakukan pemetaan yang bersifat sensitif, mislanya pemetaan sosial ataupun infrastruktur bangunan. Kemudian di sesi terakhir, peserta mempraktekkan cara mengambil data OSM dengan mendownloadnya melalui situs hot export dan geofabrik. Data yang dihasilkan berformat shapefile (.shp). Nantinya data ini akan berguna bagi peserta dalam proses pengolahan data spasial suatu proyek.

Terima kasih kepada panitia penyelenggara dan peserta yang telah mengikuti jalannya pelatihan dengan antusias, meskipun di tengah-tengah puasa. Semoga ilmu yang dibagikan bermanfaat dan dapat diaplikasikan

Comments are closed.