Pelatihan Membuat Peta menggunakan Data OSM

Kegiatan Pelatihan membuat peta untuk mitra lokal di Kalimantan Timur dibuat sebagai bentuk dari tindak lanjut dari Proyek Pemetaan dan Transparansi Kalimantan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terbaru kepada mitra lokal di Kalimantan Timur agar data-data yang telah dikumpulkan dari beberapa kegiatan pelatihan dan kompetisi di Samarinda dan Balikpapan dapat diolah lebih lanjut hingga dijadikan peta yang dapat digunakan untuk keperluan pemerintah dan komunitas di kota tersebut. Kegiatan pelatihan pembuatan peta ini diajarkan menggunakan piranti lunak QGIS.

Kegiatan pelatihan QGIS ini dilaksanakan selama 4 hari. Jumlah peserta sebanyak 3 orang terdiri dari 2 orang mitra lokal atas nama Arief Rahman dan Suyono serta 1 orang dari juara kompetisi pemetaan di Balikpapan atas nama Muhammad Nahrowi. Pelatihan ini dilaksanakan di Kafetaria dan Lobby Hotel Aston Samarinda. Pelatihan QGIS untuk mitra lokal ini bersifat privat dimana Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan Wikimedia Indonesia tidak membuka pendaftaraan untuk umum. Hal ini karena para mitra lokal yang bertanggung jawab untuk pengolahan data-data yang telah dikumpulkan sehingga dapat dibuat peta dan diberikan kepada pihak yang membuthkan seperti pemerintah maupun komunitas lokal. Akan tetapi, walaupun bersifat lokal materi-materi yang diajarkan sudah mencakup semua pengetahuan yang mereka butuhkan sehingga para mitra lokal ini sudah dapat mengolah data-data yang ada hingga menjadi peta secara mandiri. Metode pengajaran yang digunakan adalah pembelajaran mandiri dimana trainer dari HOT mengajarkan suatu materi kepada para peserta kemudian setelah itu para peserta diberikan tugas sesuai dengan materi tersebut. Hal ini akan membuat peserta lebih mudah memahami serta mengingat langkah-langkah yang harus dilakukan dan bisa membuat mereka menjadi lebih mandiri dalam pelatihan ini.

Kegiatan

Acara hari pertama dimulai dengan perbaikan data-data yang akan digunakan untuk pelatihan QGIS. Materi pertama dimulai dengan memperbaiki tag dan informasi data-data di Kota Samarinda sehingga nantinya kualitas data yang digunakan dalam pembuatan peta akan menjadi lebih baik. Perbaikan data di Kota Samarinda ini menggunakan perangkat lunak Java OpenStreetMap (JOSM) dimana kita memperbaiki informasi mengenai sekolah, rumah sakit, tempat ibadah hingga fasilitas ekonomi. Adapun untuk acuan tag dan informasi yang digunakan menggunakan acuan resmi dari HOT Indonesia di http://wiki.openstreetmap.org/wiki/Id:Referensi_Atribut_Objek_OSM_Indonesia . Setelah berhasil memperbaiki data-data yang ada di Kota Samarinda, peserta kemudian mengambil kembali data-data tersebut dengan menggunakan HOT Export (http://export.hotosm.org/en/) dimana data-data yang diambil akan diolah dan digunakan sebagai data pelatihan QGIS di hari 2.

before after

Kegiatan hari 2 dimulai dengan peserta diajarakan tentang konsep Sistem Informasi Geografi (SIG) seperti pengertian SIG kemudian jenis data apa yang dapat digunakan di SIG, apa itu peta serta elemen apa saja yang harus ditampilkan dalam suatu peta. Pengenalan SIG ini merupakan hal yang penting untuk dipahami oleh peserta sebelum mereka belajar lebih lanjut dalam membuat peta. Peserta kemudian menginstall QGIS di laptop mereka masing-masing. Perangkat lunak QGIS sendiri sudah disediakan oleh HOT Indonesia sehingga para peserta tidak perlu download dan hanya tinggal menginstal saja. Setelah selesai menginstal QGIS, para peserta kemudian diajarkan tentang tampilan antar muka dari QIGS dan juga alat-alat yang nantinya akan sering digunakan oleh mereka seperti alat menggeser peta, alat untuk memperbesar atau memperkecil peta dan alat untuk memilih suatu objek. Kegiatan kemudian diakhiri dengan materi mengolah data-data yang telah mereka ambil hari sebelumnya. Pengolahan data ini dimulai dari memasukkan data (add data), menyeleksi data menggunakan atribut data (select and filtering data) tersebut kemudian menyimpan data-data yang sudah terseleksi menjadi data yang baru (save as selected data). Fokus pelatihan di hari 2 ini adalah peserta sudah memahami proses awal dalam mengolah data spasial menggunakan QGIS.

Hari ke-3 dilanjutkan dengan materi simbologi serta pemberian label (labelling). Peserta diajarkan bagaimana data-data yang telah mereka pilih bisa mereka tampilkan dalam bentuk yang informatif serta mudah dimengerti. Materi simbologi dan pemberian label ini sangat penting mengingat jika data-data yang ingin kita sampaikan informasinya tidak tergambarkan atau diperlihatkan dengan baik maka para pembaca atau orang yang melihat peta kita akan kesulitan dalam memahami dan menangkap informasi yang ada di peta tersebut. Materi simbologi ini mencakup pemberian warna objek, pemilihan simbol/ikon untuk data-data yang ditampilkan.

foto2

Pelatihan hari 4 sekaligus hari terakhir untuk pelatihan QGIS di Samarinda. Hari ke 4 ini para peserta akan diajarkan untuk melakukan layout terhadap data-data yang telah mereka olah di hari 2 dan 3 kemarin hingga menjadi suatu peta yang siap dicetak. Para peserta kemudian diajarkan materi-materi untuk layout peta seperti bagaimana memilih ukuran kertas yang akan digunakan, bagaimana membuat judul peta, bagaimana membuat skala peta dan mata angin, bagaimana membuat legenda peta serta membuat inset peta.

foto5

 

Peta-peta ini nantinya akan dicetak dan diberikan kepada pemerintah lokal disana. Tunggu blog selanjutnya tentang kegiatan ini ya 😀

Harry Mahardhika
Harry Mahardhika
Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia. Geografi Universitas Indonesia angkatan 2009.

Comments are closed.