OSM: Cara Termudah Melakukan Pemetaan Digital

OSM : Cara Termudah Melakukan Pemetaan Digital

Saat ini, peta digital telah menjadi kebutuhan, bukan hanya instansi pemerintah, namun masyarakat umum pun telah mulai merasakan pentingnya peta dan telah banyak mengaksespeta untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Sayangnya, tidak semua peta telah tersedia dalam bentuk digital. Kalaupun ada, biasanya hanya dapat diakses oleh orang/pihak tertentu, tidak detil, dan belum tentu up to date.

Untuk membuat peta digital sendiri, selama ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang telah terlatih dan memiliki keahlian khusus, dan dilakukan dengan software yang khusus pula, seperti ArcGIS, ArcView, dan MapInfo –yang mana cukup rumit bagi masyarakat pada umumnya.

Tapi tenang saja, Open Street Map (OSM) telah hadir di tengah-tengah kita. OSM memberikan jawaban atas mudahnya membuat peta digital, bahkan oleh orang awam sekalipun. Kita cukup melakukan 3 hal, yaitu: (i) membuat akun OSM, (ii) edit/tambahkan peta (bisa di situs nya secara langsung, atau di desktop dengan software JOSM), lalu (iii) upload edit-an kita. Kita juga tidak perlu khawatir dengan data nya, karena OSM telah mendapat dukungan dari Bing Sat, yang menyediakan citra skala detil seperti halnya pada Google Earth. Dengan adanya citra skala detil tersebut, akurasi peta kita dapat dibilang cukup akurat.

Kita juga dapat mengintegrasikan data GPS kita sebagai panduan kita dalam menambah/mengedit peta OSM, dengan demikian update peta dapat lebih akurat karena data kita kumpulkan secara aktual (terkini) dan faktual (sekaligus mendapatkan informasikondisi terkini dari objek tersebut). Lebih OK lagi, peta dari OSM ini bisa didownload dan diexport menjadi peta digital dalam format yang sudah umum kita kenal, yaitu format .shp ataupun .gpx. Dua hal inilah yang membedakan OSM dengan Google Earth,Google Map, dan Wikimapia.org.

Selain kemudahan yang ditawarkan, membuat peta digital dengan OSM memberikan beberapa keuntungan. Berbeda dengan pembuatan peta digital pada umumnya dengan software SIG berbasis desktop (seperti ArcGIS, ArcView, dan MapInfo); peta digital hanya disimpan di komputer lokal dan diakses oleh si pembuat peta sendiri. Tentunya hal tersebut menjadi kurang bermanfaat. Tapi OSM tidak, sekali kita menambahkan atau mengedit peta, peta kita akan disimpan di server, yang artinya peta mu bisa dilihat dan digunakan oleh semua orang, dimanapun dan kapanpun.

Kemudahan-kemudahan inilah yang membuat OSM sangat cocok untuk semua kalangan, baik masyarakat umum maupun instansi pemerintah daerah, baik memiliki kemampuan SIG ataupun tidak. Dan karena kemudahan-kemudahan ini pula, orang menjadi bersemangat untuk mengedit dan melengkapi peta daerahnya sendiri. Hasilnya, peta OSM sangat up to date.

Maka tak heran pula sudah 1 tahun ini BNPB bekerja sama dengan OSM guna melatih staf Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) untuk menggunakan OSM.Tujuannya agar data kebencanaan dapat diupdate secara mudah dan cepat, sehingga pengambilan keputusan dapat lebih cepat, tepat, efektif, dan efisien. Bahkan ada wacana bahwa Badan Informasi Geospasial (dulu Bakosurtanal) akan mengintegrasikan peta-petanya dengan database dari OSM.

Dengan berkontribusi menambahkan atau mengedit peta digital pada OSM, kamu telah membantu pemerintah dan banyak orang yang membutuhkan peta dalam skala detil. Ayo gabung dan berkontribusi aktif pada OSM…

elida
elida
GIS Trainer @Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia

Comments are closed.