OpenStreetMap dalam Rencana Kontijensi DKI Jakarta

DKI Jakarta adalah Ibukota Indonesia yang juga merupakan kota terpadat di Indonesia yang dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk. Namun Jakarta memiliki berbagai macam kompleksitas serta persoalan yang melanda kota tersebut. Salah satu persoalan yang selalu melanda DKI Jakarta setiap tahunnya adalah banjir. Pada tahun 2002, luas genangan banjir di DKI Jakarta mencapai sekitar 13 persen dari wilayah DKI Jakarta dan berdampak pada 381.266 jiwa dan menelan korban jiwa sebanyak 21 orang. Sedangkan pada banjir tahun 2007, sekitar 45 persen dari wilayah DKI Jakarta dan menelan korban meninggal sebanyak 80 jiwa serta menimbulkan kerugian sebesar 5,16 trilyun rupiah. Dan banjir terakhir yang melanda jakarta terjadi pada bulan Januari 2013, dimana hampir 50% persen dari penduduk Jakarta terdampak banjir tersebut serta mengakibatkan 83.930 orang mengungsi, 38 orang meninggal dan kerugian finansial mencapai 20 trilliun rupiah.

Berdasarkan kondisi dan situasi tersebut diatas maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi DKI Jakarta melakukan upaya pembuatan Rencana Kontinjensi Banjir Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan penyusunan Rencana Kontinjensi ini berlangsung dari bulan September sampai Oktober. Dalam pembuatan Rencana Kontinjensi ini, seluruh pihak terkait diundang oleh BPBD DKI Jakarta untuk bersama-sama berkomitmen dalam membuat rencana kontinjensi (Renkon). Beberapa pihak yang hadir  dan turut membantu dalam penyusunan renkon ini adalah Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane Ciliwung (BBWSCC), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), UNICEF, dll.

Bersamaan dengan hal tersebut Tim Humanitarian OpenStreetMap Indonesia kembali membantu BPBD DKI Jakarta dalam kegiatan penyusunan Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta 2014. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Tim Humanitarian OpenStreeetMap dalam membantu penyusunan Rencana Kontinjensi ini adalah :

  1. Menyediakan data dan peta terdampak banjir yang bisa digunakan untuk mendukung penyusunan Rencana Kontijensi Banjir DKI Jakarta
  2. Menyediakan data hasil simulasi InaSAFE (khusus bangunan) berdasarkan data bencana banjir yang didapat dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) dan BPBD DKI Jakarta
  3. Membantu UNICEF dalam penyusunan Renkon Banjir DKI Jakarta sektor Pendidikan
pemerintah_jakbar

Peta Bangunan Pemerintahan Terdampak di Jakarta Barat

Kegiatan penyusunan Rencana Kontinjensi Banjir DKI Jakarta terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :

  • Refreshing (penyegaran) mengenai Renkon dan pembagian grup untuk masing-masing sektor. Dalam kegiatan penyegaran mengenai Rencana Kontijensi dan peserta kembali dijelaskan apa itu rencana kontijensi dan bagaimana dalam proses penyusunan tersebut dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.  Tim Humanitarian OpenStreetMap mendapatkan 1 sesi untuk mengisi mengenai peran dan kontribusi dari InaSAFE dan OpenStreetMap dalam membantu penyusunan Rencana Kontijensi Banjir DKI Jakarta.
  • Rapat Koordinasi antara masing-masing sektor (Rally Meeting). Kegiatan selanjutnya yang dilakukan oleh peserta Rencana Kontijensi adalah rally meeting. Pada kegiatan ini, mereka diminta untuk melakukan koordinasi antar instansi untuk mengumpulkan segala macam data yang berhubungan dengan renkon, seperti data jalan tergenang, data rumah sakit terkena banjir, data sekolah terkena banjir, dll. Hasil dari rapat koordinasi masing-masing sektor ini akan dikumpulkan pada kegiatan selanjutnya, yaitu pembuatan SOP
  • Pembuatan Prosedur Operasi Standar (POS). Setelah semua data hasil Rally Meeting dari setiap sektor dikumpulkan, masing-masing sektor ini akan membuat POS sebagai acuan terhadap teknis pelaksanaan penanganan  ketika bencana banjir terjadi.
  • Table Top Exercise (TTX). Rangkaian kegiatan terakhir yang dilakukan adalah Table Top Exercise (TTX). Kegiatan ini berupa simulasi dengan pemberian beberapa skenario yang muncul di waktu banjir. Dari skenario yang muncul ini, diberikan beberapa pertanyaan seperti apa yang akan dilakukan apabila terjadi banjir di suatu kelurahan yang mengakibatkan sekolah terendam banjir. Para peserta diwajibkan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan pertanyaan yang diberikan dan sesuai dengan sektornya masing-masing. Pada TTX ini, tim Humanitarian OpenStreetMap menyajikan peta  dan data yang digunakan untuk mendukung kegiatan TTX ini.
Suasana Table Top Exercise Renkon Banjir DKI Jakarta

Suasana Table Top Exercise Renkon Banjir DKI Jakarta

Screenshot Rumah Sakit Koja yang ditampilkan di TTX

Screenshot Rumah Sakit Koja yang ditampilkan di TTX

Tim Humanitarian OpenStreetMap juga telah membantu BPBD dalam membuat Web GIS Rencana Kontinjensi Provinsi DKI Jakarta dimana menunjukkan bangunan-bangunan terdampak dan RW terdampak banjir di Provinsi DKI Jakarta. Untuk melihat Web GIS tersebut anda dapat mengunjungi http://www.openstreetmap.id/renkonbanjirdki

adityo
adityo
I graduated from Geography University of Indonesia and was born in Jakarta, 31th January 1990. Travelling, mountaineering, playing game and mapping are my hobbies. My motivation to join openstreetmap team is because I like to mapping, meet new people and also travelling to new place that I never see it before.

Comments are closed.