Negara Terbesar Ke-4, Kota Terbesar Ke-4, Dipetakan oleh Komunitas Terbaik untuk Persiapan Bencana

Pertumbuhan yang cepat dan elevasi rendah membuat banjir di Jakarta menjadi masalah. Pendekatan inovatif diperlukan untuk perencanaan kontingensi dan pemodelan dampak bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang mengembangkan sebuah skenario rinci untuk memperkirakan dampak banjir di masa mendatang. Skenario ini akan memperkirakan dampak pada orang, sekolah, rumah sakit, dan bangunan penting lainnya. Skenario tersebut akan menjadi alat yang ampuh untuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengambil tindakan agar lebih siap untuk banjir di masa mendatang. Langkah pertama dalam jenis analisis ini adalah memiliki data yang tersedia, tanpa data tidak mungkin untuk membuat estimasi yang akurat. Selama bulan Maret peristiwa pemetaan akan diselenggarakan di DKI Jakarta bekerja dengan para pemimpin lokal untuk mengumpulkan data tersebut, dengan memanfaatkan OpenStreetMap.

Penyelenggara dan Asisten

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memimpin pemetaan inisiatif ini. Sebagai peran pendukung, AusAID melalui  Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (Fasilitas Australia-Indonesia untuk Pengurangan Bencana, AIFDR), United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, UNOCHA), dan Global Facility for Disaster Reduction and Recovery Labs (Fasilitas Global untuk Pengurangan dan Pemulihan Bencana, GFDRR). Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team (Tim Kemanusiaan OpenStreetMap, HOT) Kate Chapman, Emir Hartato, dan Vasanthi akan memimpin dukungan pemetaan dengan asistensi dari Universitas Indonesia(UI) dan Air Putih.

Proses

Pelatihan untuk Universitas Indonesia telah dilaksanakan ,sehingga mereka dapat membantu memfasilitasi workshop pemetaan. Setelah pelatihan selama satu hari di OpenStreetMap untuk pengumpulan data dan QGIS untuk pencetakan peta akan ada hari persiapan untuk membuat peta untuk acara pemetaan. Lima workshop akan diselenggarakan selama dua minggu, satu disetiap wilayah Jakarta. Setiap kepala kelurahan (desa) akan diundang untuk datang untuk membantu memberikan informasi kritis yang dibutuhkan pada peta. Sebelum lokakarya kepala kelurahan akan menerima sebuah paket dengan peta kertas untuk menggambar sekolah, fasilitas pemerintah dan batas-batas wilayah. Dengan begitu ketika workshop dimulai akan ada data yang masuk.

Workshop akan memiliki dua komponen bagi peserta. Di pagi hari lebih banyak informasi tentang pemetaan masyarakat dan bagaimana dapat menginformasikan para pembuat keputusan untuk perencanaan kesiapan bencana dan dalam kasus respon. Komponen kedua adalah pemetaan yang sebenarnya. Mahasiswa dari UI akan dipasangkan dengan kepala kelurahan untuk membantu mereka dalam pemetaan daerah mereka di OpenStreetMap. Hal ini akan berfungsi untuk mengkonfirmasi batas administrasi serta bangunan penting dan jalan.

Jenis-jenis bangunan yang akan dipetakan adalah:

  • Kantor Pemerintah
  • Kantor Pemadam Kebakaran
  • Kantor Polisi
  • Sekolah
  • Fasilitas Olahraga
  • Fasilitas Kesehatan
  • Fasilitas Agama

Setelah workshop akan ada hari verifikasi data di mana mahasiswa akan memastikan data yang dimasukkan adalah benar dan survey lapangan untuk verifikasi informasi jika perlu.

Hasil yang Diharapkan

Bulan ini pemetaan akan berfungsi untuk membuat dataset dasar untuk Jakarta.Dataset ini akan digunakan untuk mencetak peta untuk setiap masyarakat dan juga dapat dimasukkan ke dalam Risk-in-a-Box (dampak modeling software) untuk menentukan pengaruh banjir di Jakarta. Selain itu pemetaan Jakarta akan berfungsi untuk menginformasikan peristiwa pemetaan masa depan di daerah lain di Indonesia. Jika ini berhasil lembaga bencana lainnya regional dapat memanfaatkan teknik untuk memperbaiki data kesiapan mereka.

Selain itu harapan adalah masyarakat yang dipetakan akan melihat kemungkinan memiliki informasi ini tersedia. Setiap kepala Kelurahan sekarang akan tahu di mana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang OpenStreetMap jika mereka ingin mengambil langkah untuk pemetaan lebih jauh.

Mendapatkan Informasi dari Proses

Proses akan diberitakan melalui twitter dengan tagar #petajakarta dan Facebook

Material Baru

Kami sangat senang dalam acara ini Emir Hartato mendesign stiker OpenStreetMap Indonesia dan kami mempunyai selebaran tentang OpenStreetMap dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Comments are closed.