MURIA – Membangun Ketangguhan Masyarakat Perkotaan

Gambar 4. MURIA Expo

Apa itu MURIA?

MURIA atau Marunda Urban Resilience in Action merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang hidup dan tinggal di kota – terutama mereka yang miskin dan rentan – untuk mencegah/melawan, menyerap, mengakomodasi dan memulihkan diri dari ancaman atau gangguan dan tekanan. Projek ini merupakan projek yang mengintegrasikan pendekatan multi-stakeholder dengan penguatan ketahanan masyarakat yang didukung oleh Cordaid. Beberapa perusahaan dan organisasi yang turut berkolaborasi di MURIA di antaranya Bina Swadaya Konsultan (BSK), PT East West Seed Indonesia (EWINDO) dan Humanitarian OpenStreetMap Indonesia (HOT).

Marunda merupakan salah satu kelurahan yang ada di Jakarta Utara dimana masih terdapat banyak permukiman kumuh dengan populasi penduduk yang padat dan mengalami banjir berskala kecil dan besar beberapa kali per bulan. Cakupan wilayah proyek MURIA ini adalah satu RW yaitu RW 07 Kelurahan Marunda yang tepat berbatasan dengan pesisir pantai utara Jakarta.

Beberapa kegiatan utama dalam proyek ini adalah pelatihan urban farming dan pelatihan pemetaan lapangan. HOT berkesempatan bergabung dengan proyek ini dalam memfasilitasi warga setempat pada kegiatan pelatihan pemetaan. Kegiatan pemetaan lapangan bertujuan untuk mengumpulkan data dan membuat peta daerah tersebut agar masyarakat yang bertempat tinggal disana dapat mengetahui kondisi wilayah mereka, objek-objek dan potensi apa saja yang ada disana. Informasi yang terdapat di dalam peta dan rencana pembangunan sangat penting untuk membangun ketahanan masyarakat.

Peserta pelatihan berasal dari warga RW 07 yang berjumlah 5 orang. Dengan terlibatnya warga lokal dalam pembuatan peta diharapkan informasi peta yang dikumpulkan akan lebih baik dan valid karena warga lokal lebih mengetahui wilayah mereka, selain itu diharapkan pula peta yang dihasilkan akan menjadi peta yang berasal dari komunitas dan untuk komunitas itu sendiri.

Pelatihan pemetaan ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap pengumpulan data menggunakan OpenSteetMap dan tahap pengolahan data dengan QGIS dan InaSAFE.

Gambar 1. Diagram ringkasan pelatihan pemetaan

Gambar 1. Diagram ringkasan pelatihan pemetaan.

 

Pelatihan OpenStreetMap

Pelatihan OpenStreetMap difokuskan untuk pengumpulan data lapangan di RW 07 Kelurahan Marunda. Adapun objek-objek yang dipetakan diantaranya fasilitas-fasilitas umum, jalan dan rumah penduduk (per KK). Selain data paparan mereka juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi sosialnya dan juga mengenai riwayat ancaman banjir yang kerap melanda Marunda khususnya ketika musim penghujan datang.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari. Seperti pelatihan OpenStreetMap pada umumnya, peserta berlatih bagaimana cara menambahkan objek di OpenStreetMap dan survei lapangan menggunakan OSMTracker, peta cetak dan form survei.

Berikut adalah hasil pemetaan RW 07 yang dapat diakses di situs openstreetmap.org.

before-after RT 01 & 02

before-after RT 03

before-after RT 04, 05 & 06

before-after RT 07

before-after RT 08 & 09

Gambar 3. Peta RW 07 Kelurahan sebelum dan sesudah pemetaan

Gambar 2. Peta RW 07 Kelurahan Marunda sebelum dan sesudah pemetaan.

 

Pelatihan QGIS & InaSAFE

Selang 9 hari setelah pelatihan OSM, peserta berlatih mengolah data yang sudah mereka kumpulkan. Dengan menggunakan QGIS mereka mengolah data-data tersebut hingga menghasilkan beberapa peta diantaranya Peta Fasilitas Ekonomi, Peta Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan, Peta Fasilitas Sosial, Peta Sanitasi dan Peta Sumber Air. Selain peta-peta tersebut, mereka juga memanfaatkan InaSAFE untuk membuat Peta Bangunan Terdampak Banjir.

Gambar 3. Suasana saat pelatihan (kiri), Peta hasil perhitungan InaSAFE (kanan)

Gambar 3. Suasana saat pelatihan (kiri), Peta hasil perhitungan InaSAFE (kanan).

 

MURIA Expo

Pada tanggal 22 Desember 2015 MURIA mengadakan acara dengan nama “MURIA EXPO – Gelaran Potensi dan Kapasitas Masyarakat dalam Kolaborasi MURIA”. Acara ini merupakan acara perayaan atas apa yang sudah dihasilkan bersama oleh warga RW 07 dan lembaga-lembaga yang terlibat di dalam MURIA.

Gambar 4. MURIA Expo

Gambar 4. MURIA Expo.

 

Berapa pertunjukan yang dihadirkan adalah pertunjukan seni Tari Betawi, simulasi rencana kontinjensi banjir RW 07, booth tanaman hasil kegiatan urban farming dan booth peta-peta hasil kegiatan pemetaan. Sebulan sesudah pelatihan urban farming, masyarakat setempat khususnya para wanita sudah dapat menghasilkan tanaman sayuran dengan kualitas yang baik dan mereka sudah bisa mengkonsumsinya. Dengan adanya kemampuan bertanam ini manfaat yang diharapkan adalah warga bisa lebih berhemat untuk belanja sayuran dan sayuran yang mereka konsumsi tentunya dengan kualitas yang baik dan dapat menunjang keseharan mereka.

Sementara itu hasil dari kegiatan pemetaan juga memuaskan. Peta-peta RT hasil kegiatan pemetaan dicetak dengan ukuran A2 dan ditampilkan di expo ini agar masyarakat dapat melihat hasilnya. Selain ditampilkan disini, peta-peta ini juga dicetak dan ditaruh di lokasi-lokasi strategis tempat dimana warga senang berkumpul.

Gambar 5. Pameran hasil pemetaan (atas), Pameran hasil urban farming

Gambar 5. Pameran hasil pemetaan (atas), Pameran hasil urban farming (bawah).

 

Peta RW 07 Marunda yang detail kini sudah dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari masyarakat, pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya. Diharapkan dari hasil pemetaan ini dapat menyatukan dan memberikan informasi yang terkait kepada para pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan masyarakat perkotaan.

Comments are closed.