Mencetak Peta dari OpenStreetMap

Mencetak Peta  dari OpenStreetMap

 

            Pada tahap sebelumnya anda telah mempelajari dan mempraktikan OpenStreetMap dalam pengumpulan informasi secara spasial. Tahap selanjutnya yang penting untuk dipraktikan yaitu proses mencetak peta OpenStreetMap yang telah kita buat atau peta yang kita butuhkan. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencetak peta OpenStreetMap dengan cara yang mudah dan tidak perlu menginstall software pemetaan. Anda cukup terkoneksi dengan jaringan internet dan menemukan website Walking Papers, Field Papers, dan MapOSMatic. Jika anda memperhatikan chapter yang telah dipelajari sebelumnya, pembahasan mengenai Walking Papers sudah ada, selanjutnya yang akan dibahas yaitu Field Papers dan MapOSMatic.

1. MapOSMatic            

Sebuah alat sederhana untuk mencetak peta dari area manapun yang Anda inginkan. Alat ini dapat membuat peta dengan otomatis, bersama dengan grid pada peta, dan sebuah indeks berisi lokasi yang terdapat dalam peta. Langkah-Langkah Membuat Peta dengan MapOsmatic

  • Sekarang mari kita buka website maposmatic.org dan anda dapat mengklik Create a map, yang merupakan langkah awal untuk membuat peta.

  • Tentunya pada layar akan mucul gambar seperti di bawah ini, Generate your own map yaitu kita dapat membuat peta yang kita inginkan, terdapat 6 langkah yang harus dilakukan, yaitu :

1. Lokasi

Dalam pemilihan area ada 2 cara yang bisa anda pilih, yaitu Administrative Boundary dan  Bounding Box. Bila anda tidak mengetahui dimana letak lokasi yang ingin dipetakan bisa mengklik Administrative Boundary dan memasukkan lokasi yang diinginkan. Bila anda sudah mengetahui lokasinya dapat memilih Bounding Box. Jika sudah mendapatkan wilayah yang ingin dipetakan, selanjutnya anda bisa membuat kotak (sesuai area yang ingin dipetakan) dengan menekan tombol Control pada keyboard + drag. Anda bisa mengklik tanda panah biru untuk tahap selanjutnya. 2. Title

Salah satu unsur yang terpenting dalam proses akhir pembuatan peta yaitu Judul. Area yang telah kita tentukan untuk dicetak menjadi sebuah peta tentunya harus menggunakan judul yang menggambarkan informasi dari peta tersebut, dapat berupa nama tempat. Misalnya “Episentrum Kuningan” 3. Layout

Jika anda menginginkan peta menjadi sebuah karya yang mudah dipahami dan informasi didalamnya dapat tersampaikan dengan baik, maka layout menjadi salah satu penghubungnya. Didalam layout terdapat beberapa unsur peta yang penting yaitu legenda, judul, grid, inset peta dan lainnya. Dalam MapOSMatic ada beberapa pilihan dalam membuat layout secara otomatis, misalnya kita klik pilihan pertama yaitu dengan menampilkan legenda di bawah gambar peta. 4. Stylesheet 5. Papersize

Ukuran kertas dapat disesuaikan dengan lokasi yang anda akan petakan. 6. Bahasa

Dalam pembuatan layout peta anda dapat memilih bahasa yang ingin digunakan, dalam hal ini dapat memilih bahasa indonesia untuk peta yang akan anda cetak. 7. Ringkasan Pada tahap ini anda telah menyelesaikan pembuatan peta dan akan ditampilkan ringkasan yang berisi tahap-tahap yang telah kita pilih untuk membuat peta. Setelah itu software akan memproses peta anda. Jika pada layar anda sudah muncul gambar seperti dibawah ini berarti proses pembuatan peta telah selesai. Kita dapat menyimpan peta tersebut dalam bentuk png maupun pdf yang siap untuk dicetak. 2. Field Paper

Sebuah alat sederhana dalam proses mencetak peta OpenStreetMap yang hampir sama dengan Walking Papers, yang membedakan keduanya yaitu dengan menggunakan field papers anda bisa membagi wilayah yang ingin anda petakan menjadi sebuah area yang memiliki ukuran dan skala yang sama. Perbedaan selanjutnya dengan MapOSMatic yaitu pada field papers anda bisa mencetak peta dalam bentuk OpenStreetMap (Mapric) dan Satelitte. Proses Pembuatan Peta dengan Field Papers – Kita bisa membuka website http://fieldpapers.org/  dan pastikan anda terhubung dengan jaringan internet.   Pada layar anda akan muncul tampilan seperti ini.

 – Setelah itu, anda bisa memilih MAKE dan menentukan lokasi yang diinginkan. Misalnya Kupang, Indonesia.

 

– Pada layar yang akan muncul merupakan jendela untuk membuat layout peta, dimana anda dapat membuat ukuran dan membagi wilayah yang  ingin cetak. Anda juga dapat memilih imagery dari peta yang akan anda cetak, bisa memilih OpenStreetMap dan citra Satellite. Bentuk peta yang akan dicetak juga dapat dipilih sesuai dengan lokasi yang anda buat, dapat menggunakan bentuk landscape maupun portait.

Pada gambar akan mucul beberapa simbol yang menyatakan perintah, yaitu :

1. tanda – , kita dapat mengurangi jumlah peta yang akan dicetak

2. tanda +, dapat menambahkan jumlah peta yang akan dicetak

3. tanda pada pojok kiri atas, dapat menggeser area yang ingin kita cetak

4. tanda pojok kanan bawah, dapat digunakan untuk memperbesar maupun memperkecil area

Selanjutnya bila peta telah siap maka selanjutnya klik NEXT

–  Anda diperintahkan untuk memasukkan judul untuk peta yang akan dicetak

 – Pada tahap ini anda memilih layout yang sesuai dengan peta yang akan dicetak, terdapat dua buah pilihan, yaitu :

1. Map Only = bila anda hanya ingin memunculkan peta saja.

2. Map + Notes = saat proses pencetakan yang akan muncul berupa peta dan ruang kosong. Dimana ruang kosong tersebut dapat digunakan sebagai catatan pada saat survei di lapangan.

– Anda telah menyelesaikan seluruh langkah untuk membuat field papers, klik FINISHED maka peta secara otomatis akan terproses. Peta dapat disimpan dalam bentuk pdf.

Dewi Sulistioningrum
Dewi Sulistioningrum
I graduated from Geography Department at the University of Indonesia. I like mapping, travelling and watching movies. I am very eager to join as Trainer of Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia.

Comments are closed.