Rangkuman mengenai OpenStreetMap:

  • OpenStreetMap adalah sebuah peta dunia digital yang terbuka dan bebas.
  • OpenStreetMap sepenuhnya dibangun oleh kontribusi relawan, sangat mirip dengan Wikipedia.
  • Semua orang dapat berkontribusi dan menambahkan obyek di dalam peta OpenStreetMap.
  • Hingga Oktober 2014, 1,800,000 akun telah terdaftar di OpenStreetMap, dengan belasan ribu diantaranya tercatat sebagai relawan yang sangat aktif.
  • Sebagai sebuah proyek global, OpenStreetMap dijalankan dengan bermacam-macam bahasa sesuai kebutuhan.
  • Siapa saja dapat mengakses dan memberdayakan peta OpenStreetMap secara bebas, dan peta ini telah dipakai oleh banyak aplikasi.
  • Peta OpenStreetMap di kebanyakan daerah perkotaan dunia sudah memiliki kualitas data yang impresif.

Apa itu OpenStreetMap?

OpenStreetMap (OSM) adalah proyek yang berupaya untuk membuat sebuah peta digital dunia yang bebas dan terbuka. Ribuan kontributor terus bekerja keras secara sukarela untuk menambah dan memperbaiki akurasi, detil, dan aktualitas peta, agar paling tidak dapat memiliki kualitas sebaik peta-peta digital komersial.  Seperti layaknya Wikipedia, OpenStreetMap banyak dibangun oleh ribuan relawan dari seluruh dunia yang terus memasukkan data ke dalamnya.

Apa yang ada di dalam Peta OSM?

Di seluruh penjuru dunia, komunitas-komunitas OSM mengumpulkan data mengenai jalan raya, rel kereta, jalan kecil, saluran air, dan bahkan rute sepeda. Selain yang berhubungan dengan transportasi, komunitas juga mengumpulkan data berupa bangunan (privat dan publik), taman, hutan, pemakaian lahan, sumber daya kultural, fasilitas rekreasional, dan sebagainya. Ada 43 kategori data, dengan ribuan jenis data yang telah dikumpulkan di OSM.

Bagaimana Cara Mengumpulkan Data di OSM?

Data OpenStreetMap dikumpulkan dengan berbagai cara. Jalan raya dapat dipetakan dengan mendijitasi (digitizing/tracing) citra satelit atau menggunakan GPS untuk merekam sebuah rute yang dapat dimasukkan ke dalam OSM. Jika relawan OSM tidak memiliki GPS, mereka dapat membantu dengan memberikan informasi bersifat lokal, seperti nama jalan dan lokasi-lokasi fasilitas publik di dekat rumahnya ke dalam peta.

Tanpa JOSM Internal Style

Ilustrasi Melakukan Digitasi menggunakan Java OpenStreetMap (JOSM)

Setiap orang memang dapat berkontribusi ke dalam peta OSM, tetapi bukan berarti kualitas data OSM tidak diperhatikan. Setiap kontributor/relawan OSM terus memetakan seraya mengoreksi kesalahan-kesalahan pemetaan yang mereka temui. Sehingga, peta OSM memiliki kualitas yang tinggi.

Kenapa Kami Menekankan Keterbukaan dan Kebebasan OSM?

Ada banyak peta gratis di internet, tetapi peta tersebut hanya gratis untuk dilihat, penggunaan datanya untuk proses pengembangan lain seperti pembuatan aplikasi tidak dapat dilakukan dengan bebas dan gratis. Sebaliknya, OpenStreetMap memungkinkan penggunaan peta dan data di dalamnya untuk segala kepentingan oleh siapa saja tanpa memungut biaya. Data yang ada di OpenStreetMap dirilis dibawah Open Data Commons Open Database License 1.0 yang bersifat terbuka dan bebas.

Kenapa Orang-orang Bergabung dengan OSM?

OpenStreetMap adalah sebuah proyek yang memungkinkan setiap orang untuk berpartisipasi dan memasukkan informasi ke dalam peta. Lebih jauh lagi, siapa pun yang memiliki kemampuan teknis dapat saja memperbaiki perangkat lunak OSM. Selain itu, siapa pun juga dapat membantu dalam hal pengorganisasian proyek-proyek OSM di areanya masing-masing, juga menyebarkan informasi dan pengetahuan mengenai OSM di daerahnya. Bagi kebanyakan kontributor OSM, mapping party, yaitu berkumpulnya kontributor untuk melakukan pemetaan jarak jauh dan mengunggahnya ke OSM menjadi hal yang paling disukai. Dengan begini, sesama kontributor OSM dapat saling berkenalan dan bersosialisasi. Sebagian lainnya juga menyatakan bahwa bagian paling seru dari berkontribusi ke OSM adalah melihat peta terbuka ini terus tumbuh hari demi hari, sedangkan sebagian kecil mengaku bahwa pemetaan jarak jauh sebagai sesuatu yang adiktif sehingga mereka tidak dapat berhenti berkontribusi.

Pertumbuhan Relawan OSM

Komunitas OpenStreetMap tumbuh sekitar 10% setiap bulannya. Pada awal tahun 2008, OSM memiliki 20,000 relawan, dan pada Desember di tahun yang sama OSM memiliki 80,000 relawan. Dua tahun berselang, yaitu pada akhir tahun 2010, OSM telah memiliki 350,000 relawan. Pada akhir 2012, tercatat bahwa 1,000,000 relawan telah bergabung bersama OSM. Terakhir, pada Oktober 2014, tercatat bahwa OSM memiliki lebih dari 1,800,000 relawan. Meskipun demikian, tidak semua relawan selalu aktif dalam berkontribusi di dalam OSM, biasanya jumlah pengguna aktif per-minggu hanya mencapai ribuan saja. Dari semua negara, Jerman dan Inggris Raya adalah negara yang memiliki komunitas relawan yang paling besar. Di Indonesia, komunitas relawan belum terbentuk secara sempurna. Kebanyakan relawan bersifat individual dan tidak saling bertemu. Padahal, siapa saja boleh mengorganisasi acara pertemuan relawan OpenStreetMap.

Kelengkapan Peta OSM

Secara umum negara-negara di Eropa dan Amerika Utara telah memiliki kelengkapan data yang cukup memuaskan. Semua kota-kota besar biasanya sudah hampir selesai dipetakan. Pada bagian pedesaan, paling tidak semua jalan penting telah terpetakan. Contoh negara dengan data OSM yang cukup lengkap dapat  dilihat di Jerman. Di Indonesia, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kebanyakan kota-kota besar seperti Jakarta atau Makassar memang telah memiliki kelengkapan data yang cukup baik, tetapi masih banyak kota-kota kecil serta wilayah pedesaan yang belum terpetakan dengan baik, termasuk jaringan jalan yang penting. Oleh karena itu, menumbuhkan komunitas relawan OSM sangat penting untuk menciptakan peta Indonesia yang lengkap di OSM. Meskipun demikian, kelengkapan bukan berarti akhir dari upaya kita memetakan dunia. Mengingat peta adalah representasi simbolik dari kenyataan, dan kenyataan akan terus berubah, OpenStreetMap adalah sebuah proyek tiada akhir.

Terus diperbaharui

Ribuan hingga puluhan ribu kontributor aktif OSM di seluruh dunia terus berkontribusi sesuai dengan kebiasaannya masing-masing. Hal ini memungkinkan peta OSM untuk terus diperbaharui setiap beberapa sekali. Potensi kecepatan pembaharuan peta ini membuat OSM lebih baik daripada banyak kompetitor lainnya yang bersifat komersial.

Bangunan baru, konstruksi, jalanan yang ditutup, dan sebagainya dapat secara cepat divisualisasikan dalam bentuk peta lewat OSM. Oleh karena itu, banyak LSM nasional dan internasional yang menggunakan peta OSM untuk merespon krisis, terutama bencana alam. Kami membantu mereka lewat Humanitarian OSM Team.

Bagaimana Cara OpenStreetMap Bekerja?

Dari berjalan kaki hingga menjadi peta

Proses

  1. Mengumpulkan data dengan melakukan survey lapangan menggunakan Fieldpaper, survey paper, dan GPS (Dalam situasi tertentu dapat juga menggunakan OSM Tracker yang tersedia pada OS Android).
  2. Mengunggah data hasil survey lapangan ke Komputer
  3. Menyunting peta OpenStreetMap berdasarkan hasil survey lapangan dengan Online Editor (iDEditor) atau JOSM.
  4. Menyunting data obyek peta OpenStreetMap berdasarkan hasil survey lapangan dengan Online Editor (iDEditor) atau JOSM.
  5. Mengunggah hasil penyuntingan ke OpenStreetMap

Data vs. Peta

Sejujurnya, OpenStreetMap bukanlah peta ataupun rencana perkotaan, tetapi lebih berupa sebuah database. Disini kami menyimpan semua obyek di peta secara individual. Kamu bisa melakukan apa saja dengan obyek yang terekam di database OpenStreetMap selama kamu mengikuti aturan lisensi OpenStreetMap.

Alternative data sources

Basis dari OpenStreetMap adalah para relawan yang rela mengeksplorasi negaranya dengan menggunakan unit GPS, untuk memetakan. Tetapi, banyak hal yang juga bisa dilakukan tanpa GPS dalam berkontribusi ke OpenStreetMap. Setiap orang tahu nama jalanan di lingkungan tempat tinggalnya, juga dimana mini market terdekat berada, dsb. Sehingga Informasi seperti ini juga penting untuk dimasukkan ke dalam OpenStreetMap,

Selain itu kita juga dapat menggunakan citra satelit dari Microsoft (Bing-Maps) untuk kepentingan pemetaan di OSM. Oleh karena itu, kita dapat menciptakan sebuah peta yang memiliki detil yang bercakupan global, dapat dimulai dari sungai, hutan dan danau, hingga jalanan dan bahkan bangunan. Tetapi Microsoft bukan satu-satunya sumber citra satelit yang dapat digunakan, ada kalanya OSM mendapatkan sumbangan atau harus membeli citra satelit untuk wilayah tertentu karena urgensi pemetaan pada wilayah tersebut.

Satu Database, Ribuan Peta, dan Kemungkinan yang Tidak Terbatas

OpenStreetMap menyediakan data mentah geografi yang sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak komersil. Penggunaan data OpenStreetMap untuk kepentingan komersial tidak dilarang dalam lisensi OpenStreetMap, selama data mentah geografi di dalamnya tetap berada di bawah lisensi yang terbuka dan bebas. Banyak perusahaan telah menyediakan jasa komersial dengan menggunakan data OpenStreetMap, termasuk peta online dan aplikasi navigasi genggam.

Data kami membuat berbagai jenis aplikasi  menjadi mungkin, sesuatu yang belum tentu bisa ditawarkan oleh penyedia jasa komersial mengingat besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk memetakan dunia ini.