Terbukti

PELATIHAN Budidaya Ternak Kambing

13:17 Apr 27 2017 Hewuli, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

PELATIHAN  Budidaya Ternak Kambing
Gambaran
1.Peserta
Kegiatan pelatihan ternak kambing ini dilaksanakan selama 2 hari. Di hari pertama jumat tanggal 12 Agustus 2016 dimulai pukul 10.00-15.30 dengan pemaparan materi tentang aspek panca usaha dalam budidaya ternak kambing (5 aspek dalam usaha ternak kambing yaitu pemilihan bibit yang baik dan unggul, pemberian pakan yang sehat dan baik, teknik pembuatan kandang yang benar, kesehatan ternak, pengelolaan dan reproduksi) pemaparan materi ini oleh Narasumber dari Dinas Peternakan Drh. Cornelis Nono. Pada hari kedua sabtu tanggal 13 Agustus 2016 dimulai pukul 10.00-15.00 dengan pemaparan materi tentang kesehatan ternak kambing dan demo/praktek tentang cara vaksinasi dan pemberian obat cacing pada kambing yang disampaikan oleh Drh. Margaretha Siko, M.Sc. Peserta pelatihan ini berjumlah 21 orang yaitu laki-laki 5 orang dan perempuan 16 orang yang terdiri dari : Ketua RT, Pemateri dari Dinas Peternakan, Kelompok Tani Tunas Baru Watuturan, dan Staff CKM.

2.Pembukaan (Oleh : Fasilitator)
Ucapan terimah kasih dan salam hormat kepada semua peserta yang hadir, khususnya terimah kasih banyak atas kesediaan Narasumber dari Dinas Peternakan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan pelatihan ternak kambing ini, juga tak lupa kami mengucapkan terimah kasih banyak kepada Bapak RT yang mewakili Kelurahan yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama kelompok pengungsian di watuturan ini.

Perlu diketahui bahwa tujuan pelatihan ternak kambing ini adalah guna menunjang kegiatan pengembangan usaha ekonomi yang akan dilaksanakan oleh kelompok khusunya kelompok watuturan, seperti kita ketahui banyak ternak mati karena terserang penyakit maka dari itu tujuan pelatihan ini yaitu meningkatkan pemahaman petani tentang kesehatan ternak dan juga memberikan pemahaman kepada petani untuk bagaimana cara mengelola atau mengembangkan ternak kambing dengan baik dan benar

3.Sambutan (Oleh : Koordinator Program)
Dalam sambutannya beliau menyampaikan informasi penting yaitu bahwa dalam bermasyarakat tidak boleh saling membedah-bedahkan kaitannya dengan kegiatan ini adalah kita semua ini adalah orang Caritas Keuskupan Maumere. Caritas mendampingi dan bersama-sama dengan pengungsi rokatenda sejak tahun 2012 melalui program DRR yang didanai oleh Caritas Jerman, program telah banyak memmberikan bantuan atau menghasilkan sesuatu tentunya bekerjasama dengan Dinas Terkait yaitu BPBD, Pertanian, Peternakan, Kesehatan dan lainnya. Harapannya bantuan yang telah diberikan agar dilaksanakan atau di kembangkan dengan penuh tanggung jawab sehingga dapat bermanfaat untuk anak dan cucu kelak, perlu diketahui bahwa banyak tempat/Desa yang sangat mengharapkan bantuan oleh sebab itu manfaatkan dan berbagalah karena di tempat ini mendaptkan bantuan.

Selain bantuan untuk usaha ekonomi budidaya ternak ayam yang telah diberikan oleh program kepada kelompok, pada hari ini kelompok mendaptkan pelatihan tentang ternak kambing dan kemudian setelah pelatihan akan pengadaan kambing untuk dikembangkan oleh kelompok. Usaha ekonomi ini diberikan dengan harapan agar bisa dikembangkan dan bisa menunjang kebutuhan ekonomi sehari-hari. Juga semoga dengan mengikuti pelatihan ini petani dapat melakukan vaksinasi terhadap ternak yang dikelolanya. Apapun masalah yang kelompok hadapi terkait ternak harap disampaikan ke pihak CKM ataupun ke pendamping dari Peternakan, karena itulah tujuan CKM mendatangkan pendamping dari Dinas Peternakan agar masalah kelompok terkait ternak bisa disampaikan dan konsultasi langsung ke ahlinya.

Caritas Keuskupan Maumere juga membantu dalam hal pendekatan dan advokasi ke Pemerintah Kabupaten ataupun di Pemerintah Kecamatan/Kelurahan/Desa terkait dengan kendala atau hal-hal yang belum menunjang ataupun yang berkaitan dengan pengembangan pada Kelurahan/Desa tersebut.

Diakhir sambutannya beliau mempertegas lagi agar hendaklah kelompok mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar ilmu yang di dapat berguna untuk kedepannya dan semoga informasi yang didapat pada pelatihan ini dapat disampaikan kepada yang lainnya dan yang paling penting semoga dengan ilmu yang didapat terkait cara vaksinasi ternak, kelompok dapat melakukan vaksin sendiri terhadap ternaknya.

4.Sambutan oleh Ketua RT.02 Watuturan sekaligus membuka acara pelatihan.
Dalam penyampaiannya beliau menginformasikan bahwa keadaan iklim Watuturan ini adalah tanahnya yang sangat gersang, batu-batu jadi harus banyak bantuan atau pendampingan yang baik dan benar dari pihak manapun baik itu Pemerintah, LSM dan lainnya.

Untuk masyarakat Watuturan khusunya pengungsi Rokatenda ini sebagian sudah mendaftarkan ke Kelurahan Hewuli dan sudah mendaptkan KTP sebanyak 13 KK. Di lokasi pengungsian Watuturan ini belum mendapatkan saluran listrik dan saluran air. Harapanyya pihak CKM bisa membantu untuk menadvokasi terkait kekurangan-kekurangan tersebut pada dinas terkait.

Beliau juga menyemangati kelompok untuk bekerjalah berdasarkan kemauan jangan berdasarkan orang lain atau bergantung kepada orang lain, kita harus berusaha dari awal atau dari nol, masyarakat lain yang di dekat Watuturan ini dulunya pun berawal dari nol tetapi karena semangat dan berusaha sendiri serta yakin meningkat seperti sekarang ini. Selain itu untuk membantu kelompok yang ada di Watuturan Bapak RT menyampaikan kalau di Kelurahan banyak program atau bantuan untuk para petani tetapi untuk mendapatkan bantuan tersebut ada syarat-syaratnya antara lain harus membentuk kelompok dan nama kelompok, tanggal pembentukan serta struktur organisasinya di laporkan ke kelurahan untuk di Data, semoga dengan bantuan itu dapat membantu kelompok yang ada di watuturan ini.

Pada akhir penyampainnya yaitu beliau menekankan lagi agar bantuan diberikan hanya kepada orang atau masyarakat yang telah terdaftar namanya di Kelurahan dalam arti masyarakat yang menetap sebagai warga kelurahan Hewuli bukan masyarakat Palue, jadi harapannya segeralah membereskan dan menyelesaikan administrasi terkait hal KTP.

5.Pemaparan Materi (Oleh : Drh. Cornelis Nono)
Sebelum memaparkan materi tentang budidaya ternak kambing pertama-tama beliau mengucapkan terimah kasih kepada pihak lembaga penyelenggara kegiatan pelatihan ini yaitu CKM karena telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini guna menunjang usaha ekonomi kelompok yang mana sebelumnya kelompok juga telah mendapatkan pelatihan tentang ternak ayam dan mendapatkan bantuan ayam kampung.

Perlu kelompok ketahui sebelum CKM memberikan bantuan ternak ayam dan kambing, manajemen mendiskusikan dan kooordinasikan terlebih dahulu dengan Dinas Peternakan yaitu tenaga pendamping Drh. Cornelis Nono tentang usaha apa yang cocok untuk lokasi dan keadaan alam Watuturan, dan pilihannya yang cocok untuk keadaan alam di watuturan yaitu budidaya ternak ayam kampung dan ternak kambing.

Materi pokok yang akan disampaikan pada pelatihan ini yaitu ada 2 aspek yaitu aspek panca usaha (lima usaha) dan aspek sapta usaha (tujuh usaha). Untuk aspek panca usaha terdiri dari pemilihan bibit, pemberian pakan, pembuatan kandang, kesehatan ternak dan pengelola reproduksi. Dalam budidaya ternak kambing aspek panca usaha ini yang sangat penting. Untuk aspek sapta usaha terdiri dari pengolahan/pasca panen dan pemasaran.

Budidaya beternak kambing ini memiliki nilai ekonomi dan sosial yang sangat nyata. Semakin besar nilai sumber daya yang diusahakan dari beternak kambing maka pendapatan dan nilai tambah beternak kambing akan semakin nyata jika kaidah-kaidah usaha peternakan diperhatikan. Kaidah-kaidah itu antara lain penggunaan bibit yang baik, pemberian pakan yang cukup dari segi gizi dan volume, tata laksana pemeliharaan yang benar, serta memperhatikan permintaan dan kebutuhan pasar. Beternak kambing merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan, pertama karena beternak kambing tidak memerlukan lahan yang luas, kedua kambing memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan, ketiga untuk berkembang biak kambing tidak memerlukan waktu yang lama, keempat bahan pangan kambing tidak mahal harganya karena dapat memanfaatkan limbah pertanian atau memanfaatkan yang di alam. Dapat dicatat bahwa kambing merupakan sumber protein yang bernilai gizi tinggi.

6.Pemaparan Materi (Oleh : Drh. Maria Margaretha Siko, M.Sc)
Dalam pemaparannya pertama-tama beliau menyampaikan terimah kasih banyak kepada pihak CKM yang sudah menyelenggarakan pelatihan ternak kambing ini, dan juga terimah kasih banyak kepada kelompok yang hadir guna mengikuti kegiatan pelatihan ini. Sangat peting pelatihan kambing ini karena banyak hal terkait teknik dan cara untuk budidaya ternak kambing yang barangkali belum diketahui oleh masyarakat karena kadang masyarakat menganggap enteng dan sangat gampang memelihara ternak kambing, tetapi masyarakat belum tau bagaimana memelihara atau budidaya kambing yang ramah lingkungan, menjaga kesehatan kambing, dan bagaimana cara mendapatkan kambing yang berkualitas dan nilai ekonomisnya tinggi.

Pada kesempatan ini juga beliau menyampaikan suatu hal penting yaitu masyarakat/kelompok harus menentukan lahan untuk menanam pohon yang dapat berfungsi ganda sebagai makanan ternak dan juga sebagai peneduh. Untuk penyampaian materi pada pelatihan ini khusunya tentang kesehatan ternak tidak banyak yang disampaikan karena sangat baik jika kita melakukan sekolah lapang yaitu buat kandang bersama, vaksinasi bersama, memberikan pakan bersama masyarakat/kelompok dan lainnya, serta penyampain terkait pengelolaan reproduksi sifat reproduksi pada kambing kacang yang jantan berat badannya 25 kg dan tingginya 60-65 cm sedangkan untuk betina berat badannya 20 kg dan tingginya 56 cm. Untuk kambing P.E sifat reproduksinya yaitu pada jantan berat badannya 50 kg dan tingginya 150 cm sedangkan untuk betina berat badannya 40 kg dan tingginya 130 cm. Untuk kambing etawa sifat reproduksinya yaitu pada kambing jantan berat badannya 100 kg dan tingginya 150 cm sedangkan untuk kambing betina berat badannya 80 kg dan tingginya 120 cm.

7.Pesan/Kesan/Saran dan Masukan

1.Untuk menunjang sumber pakan biarkanlah kambing di luar atau di alam atau di lepas, karena kambing harus di lepas di luar kandang biar bisa cari pakan yang baik.
2.Agar dalam hidup jangan bergantung kepada orang lain tetapi berusahalah dan yakinlah dengan kemampuan yang kita miliki.
3.Jika kelompok butuh lokasi/lahan untuk kandang dari RT akan mengkoordinasikan dengan yang punya lahan untuk ijin tempat tersebut.
4.Agar silahkan kelompok yang didampingi oleh CKM melalui kegiatan usaha ekonomi budidaya ternak ayam kampung dan ternak kambing ini, melaporkan kelompoknya ke Kelurahan agar nama kelompok di data sehingga kedepan kelompok yang sudah terdata tersebut mendapatkan perhatian dari Pemeriintah atau mendapatkan bantuan baik itu dari Dinas Pertanian, Peternakan dan lainnya.
5.Untuk ternak kambing ini sebaiknya lakukan pengamatan sejak beranak/lahir dan lebih bagus lagi diberikan nama dari masing-masing anaknya, diukur dan dicatat/di data tingginya, berat badan dan umurnya, sehingga kita dapat mengetahui perkembangannya dan data-data tersebut akan menjadi data yang akurat untuk kelak pemilihan bibit.
6.Jika pada kambing yang mati karena kulit bercak-bercak putih sampai di mata dan mulut itu karena kutu parasit yang di kulit maka segera memisahkan kambing yang terserang penyakit dengan kambing lainnya yang sehat juga lakukan pencegahan dengan membersihkan kandang.
7.Jika kambing mati karena mencret itu disebabkan disebabkan cacing dalam tubuh segera diberikan obat cacing dan pisahkan kambing tersebut dengan kambing lainnya.
8.Jadi jika penyakit apapun baik untuk manusia ataupun hewan penyebabnya adalah virus maka tidak ada obatnya hanya pencegahan untuk memperkuat daya tahan tubuh

8.Penutup
Kegiatan ini ditutup dengan demo obat dan vaksinasi oleh dr. Metta dari Dinas Peternakan, tak lupa juga Ucapan terimah kepada Caritas karena sampai kegiatan pelatihan ini selesai kelompok masih mengikuti dengan maksimal dan semoga apa yang didapat dan diketahui dari pelatihan selama 2 hari ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kelompok dan dapat diterapkan. Caritas sangat berharap ke kelompok agar budidaya ternak ayam dan kambing kelak dapat berkembang dengan baik dan bermanfaat serta berguna untuk kelompok.
Data Tambahan
Penanggung jawab kegiatan: Dewi Ratnasari
Mitra: Dinas Peternakan Kabupaten Sikka
Donatur: Caritas Jerman
Jumlah dana: Rp. 31.300.550
Wilayah kerja: Pulau Besar Desa Kojagete dan Watuturan Kelurahan Hewuli
Durasi program: 2 Tahun (Desember 2015 sampai Desember 2017)
Total jumlah peserta: 21
Peserta laki-laki: 5
Peserta perempuan: 16
Jenis Penerima Manfaat: Langsung
Peserta: Masyarakat,Pemerintah,Petani

Kepercayaan: UP DOWN 0

Laporan Tambahan

Penguatan kapasitas dan Evaluasi Program Kerja KSU Romeo

10:11 Apr 27, 2017

Gading Beach Hotel, Kelurahan Hewuli, Maumere, 1.72 Kms

Pelatihan Deteksi Dini dan Sosialisasi Konsep RBM

13:30 Apr 27, 2017

Gading Beach Hotel, Wuring, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 1.76 Kms

Pelatihan Pendataan Cocoatrace

14:39 Apr 27, 2017

Wailiti Beach Hotel And Resort, Jl. El Tari, Kota Uneng, Nusa Tenggara Timur, 86111, Indonesia, 2.56 Kms

Titik Ancaman Banjir Wolomarang

10:05 Apr 27, 2017

Wolomarang - Kelurahan Wailiti - Kecamatan Alok Timur, 3.64 Kms

Simulasi Tanggap Darurat Tsunami oleh BNPB

12:55 Apr 27, 2017

Patisomba - Desa Kolisia - Kecamatan Magepanda - Kabupaten Sikka, 3.92 Kms