Terbukti

PELATIHAN Budidaya Sayur Organik

13:08 Apr 27 2017 Pulau Besar Desa Kojagete

PELATIHAN  Budidaya Sayur Organik PELATIHAN  Budidaya Sayur Organik
Gambaran
1.Peserta
Pelatihan budidaya sayur organik ini telah dilakukan di Posyandu Dusun Nanga Desa Kojagete Pulau Besar, yang telah berlangsung dari tanggal 8 – 9 2016. Pada hari pertama dimulai pukul 14.00-18.00 dengan pemaparan materi tentang budidaya sayuran organik oleh Fasilitator/Pelatih Bapak Manserius Menga, SST. Pada hari kedua dimulai pukul 10.00-12.00 dengan kunjungan ke kebun sayur kelompok (kebun sayur: Bapak Simprianus Kampung Rokatenda, Mama Gunde Kampung Urungdetung, Bapak Emanuel Kampung Nanga, Mama Ety Kampung Nanga, Dita Kampung Nanga).

Peserta pelatihan budidaya sayur organik ini berjumlah 19 orang yaitu laki-laki 9 orang dan perempuan 10 orang yang terdiri dari petani Kampung Rokatenda, Kampung Urungdetung, dan Kampung Nanga, sedangkan Fasilitator/Pelatih serta pendamping teknis pelatihan ini adalah tenaga ahli pendampingan dari Dinas Pertanian.

2.Pembukaan (Oleh : Fasilitator CKM)
Ucapan terimah kasih dan salam hormat kepada semua peserta yang hadir, khususnya terimah kasih banyak atas kesediaan Narasumber dari Dinas Pertanian yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan pelatihan budidaya sayuran organik ini, ucapan terimah kasih juga disampaikan ke masyarakat petani dan aparat Desa Dusun Nanga yang mana telah meluangkan waktu untuk hadir dalam pelatihan ini. Tujuan pelatihan ini adalah agar petani mengetahui bagaimana cara membudidayakan sayuran yang organik dan ramah lingkungan, selain itu petani juga mampu untuk mengoptimalisasi lahan pekarangan dengan beragam tanaman sayur yang organik. Dari tujuan tersebut sedikit informasi bahwa di Desa Kojagete tepatnya di Dusun Nanga ini tanahnya sangat subur itu dapat dilihat dari berbagai tanaman di kebun yang pada musim kemarau ini masih sangat hijau apalagi saat musim hujan.

Harapannya setelah pelatihan ini ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik dan benar, juga para petani yang akan membudidayakan sayur organik agar dapat menkampanyekan atau menginformasikan ke masyarakat lain tentang sayur organik yang beragam dan ramah lingkungan serta mengajak masyarakat lain untuk menanam sayur karena sayur adalah sumber vitamin dan sumber gizi yang sangat tinggi.

3.Sambutan (Oleh : Koordinator Program)
Dalam sambutannya pertama-tama beliau memperkenalkan Fasilitator/Pelatih dari Dinas Pertanian bahwa Fasilitator/Pelatih ini adalah ahli lapangan yang bertugas mendampingi para petani di Halahebing-Maumere, jadi harapnnya para petani yang ikut dalam kegiatan pelatihan ini agar lebih fokus dan jika ada hal yang tidak dipahami terkait pertanian terutama terkait budidaya sayur organik silahkan untuk tanya kepada Pelatih karena beliau adalah ahlinya, apa yang disampaikan dan diperoleh dari kegiatan pelatihan ini diterapkan dengan baik dan benar dan tentunya mulailah dengan berbudidaya sayur organik yang ramah lingkungan dan ajaklah petani atau masyarakat lain untuk konsumsi sayur organik dan menanam sayur organik.

Yang terpenting dari pelatihan ini adalah bertujuan untuk mengkapanyekan kepada masyarakat Pulau Besar agar hendaklah membudidayakan sayur-sayuran yang organik dengan ramah lingkungan, menanam sayur tidak harus di kebun yang luas tetapi di halaman rumah/dipekarangan pun bisa dilakukan asalkan ada kemauan dan keinginan karena pola hidup sehat hendaklah dimulai dari hal kecil atau tingkat bawah yaitu dengan menkonsumsi sayur hasil tanam sendiri yang kualitas dan kesehatannya sudah jelas terjamin.

Caritas Keuskupan Maumere melalui program DRR akan terus mensupport para petani di Dusun Nanga Desa Kojagete yaitu dalam hal pengadaan benih pangan dan sayur dari Dinas Pertanian, CKM juga akan membantu advokasi ke Pemerintah dalam kaitannya dengan pertanian dan juga akan berpartisipasi dalam kegiatan musrembangdus.

Diakhir sambutannya beliau mempertegas kembali agar hendaklah kelompok mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar ilmu yang di dapat berguna untuk kedepannya dan semoga informasi yang didapat pada pelatihan ini dapat disampaikan kepada yang lainnya dan yang paling penting semoga dengan ilmu yang didapat terkait budidaya sayur organik dapat diterapkan di kebun ataupun dipekarangan masing-masing.

4.Pemaparan Materi (Budidaya Sayur Organik)
Oleh : Bapak Manserius Menga, SST

Sebelum memaparkan materi tentang budidaya sayur organik pertama-tama beliau mengucapkan terimah kasih kepada pihak lembaga penyelenggara kegiatan pelatihan ini yaitu CKM karena telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini.

Pemaparan ini diawali dengan tanya jawab yaitu: apakah pemberian pupuk perlu dilakukan dan yang manakah yang paling berbahaya pupuk atau racun ? bahwa yang sebenarnya adalah pemberian pupuk dan pestisida kimia tidak berbahaya sehingga sangat perlu dilakukan asalkan sesuai dosis dan anjuran yang benar, pupuk tidak akan berbahaya jika dilakukan sesuai anjuran atau standar akan sangat berbahaya dan menjadi racun jika dilakukan dengan berlebihan atau over dosis. Pupuk sebelum dipasarkan ada uji evikasi dan karena pupuk tidak berbahaya maka Pemerintah mengeluarkan ijin untuk memasarkan dan menggunakan pupuk. Pupuk diciptakan untuk memenuhi pangan, segala nutrisi baik itu pupuk kimia ataupun pupuk kandang akan diserap dalam unsur kimia. Sayur dan pangan boleh dikonsumsi setelah 14-21 hari pemberian pupuk dan pestisida kalau belum sampai waktu yang ditentukan maka kita akan menkonsumsi racun, kenapa demikian karena pupuk dan pestisida yang diberikan ke pangan dan sayur masih berproses di tanaman sampai pada usia 14-21 hari.

Disampaikan juga bahwa pentingnya menkonsumsi sayur karena sayur mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk kesehatan tubuh, juga mengandung zat-zat non gizi yang juga cukup penting yang disebut dengan serat. Sayuran merupakan bahan pangan yang berasal dari tumbuhan dengan kadar air dan serat yang tinggi. Sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, serta dapat membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu mengkonsumsi sayur-sayuran sangatlah penting dan dianjurkan dan lebih bagus lagi jika menkonsumsi sayur-sayuran yang langsung diolah sendiri. Ada banyak alasan mengapa sayur sangat penting bagi tubuh yaitu sayur melindungi tubuh dan tubuh menjadi sehat karena sayuran dikemas dengan vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh, sayur juga melawan berbagai jenis penyakit, sayur mengatur berat badan karena sayur rendah kalori dan tinggi serat sehingga dapat membantu mengendalikan berat badan, dengan makan banyak buah dan sayur serta makanan rendah kalori maka berat badan akan lebih mudah dikontrol, sayur adalah sumber energi dimana orang yang sibuk memerlukan makanan bergizi, berenergi dan mudah didapatkan sayuran adalah sumber energi alami dan memberikan tubuh banyak nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap hidup.

Di tempat kita merupakan daerah beriklim tropis, disini kita dapat membudidayakan tanaman sayuran sepanjang tahun karena tersedianya sinar matahari yang cukup. Tanaman sayuran dapat tumbuh dengan baik di berbagai daerah, ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan sudah selayaknya kita bersyukur atas melimpahnya sumber daya alam berupa tanaman sayuran tersebut. Manusia dapat mengambil banyak manfaat dari tanaman sayuran. Hampir tiap bagian dari tanaman sayuran dapat dimakan. Sayuran dikelompokkan berdasarkan bagian yang dapat dimakan atau dimanfaatkan. Bagian tanaman yang dapat dimakan atau dimanfaatkan berasal dari daun, tangkai daun, umbi, batang, akar, bunga, buah, ataupun biji.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membudidayakan sayur :
Sarana Produksi Budidaya Tanaman Sayuran
Sarana produksi dan teknik budidaya tanaman sayuran perlu diperhatikan sebelum melaksanakan budidaya. Dalam melakukan budidaya, dibutuhkan sarana produksi dan teknik yang tepat sehingga dapat tumbuh dengan baik dan diperoleh hasil yang optimal.
Teknik Budidaya Tanaman Sayuran
Teknik budidaya mempunyai peranan penting dalam keberhasilan budidaya. Teknik budidaya tanaman sayuran yang tepat dapat memaksimalkan hasil panen. Berikut ini teknik budidaya tanaman sayuran secara umum yaitu pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan dan panen.

5.Pesan dan Masukan Ketika Kunjungan ke Kebun Sayur Petani
-Harapannya setelah mengikuti pelatihan petani mampu merencanakan budidaya sayur organik yang tepat dan sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia
-Diharapkan mampu membaca peluang bisnis sayur organik
-Mampu melaksanakan pemasaran tanaman sayur organik yang tepat salah satunya dengan mulai membuka pasar lokal atau mengajak petani lain untuk menjual sayur di lokasi yang sudah ditentukan untuk pembukaan pasar, pembukaan pasar ini telah direncanakan melalui jaringan yang dibangun oleh CKM, Masyarakat dan Pemerintah.
-Petani paham dan menguasai teknik-teknik dalam bertani sayur organik.

6.Penutup
Kegiatan ini ditutup oleh Fasilitator CKM dengan penyampaian terimah kasih kepada pelatih dan peserta karena sampai kegiatan pelatihan ini selesai para petani masih mengikuti dengan maksimal dan semoga apa yang didapat dan diketahui dari pelatihan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi petani dan dapat diterapkan. Caritas sangat berharap ke petani agar budidaya sayur organik kelak dapat berkembang dengan baik dan bermanfaat serta berguna.


7.Kesimpulan
-Pemahaman tentang pentingnya menanam sayur dan manfaat yang diperoleh jika petani menanam sayur yang organik yang ramah lingkungan
-Pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayur-sayuran meningkat sehingga dapat mendorong petani untuk memperbaiki pembudidayaan sayuran
-Peserta pelatihan semakin sadar bahwa budidaya sayur sangat menguntungkan apabila dikelola dengan baik
Data Tambahan
Penanggung jawab kegiatan: Ardianus Ardi Nong
Mitra: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka
Donatur: Caritas Jerman
Jumlah dana: Rp. 38.345.250
Wilayah kerja: Pulau Besar Desa Kojagete dan Watuturan Kelurahan Hewuli
Durasi program: 2 Tahun (Desember 2015 sampai Desember 2017)
Total jumlah peserta: 19
Peserta laki-laki: 9
Peserta perempuan: 10
Jenis Penerima Manfaat: Langsung,Tidak langsung
Peserta: Masyarakat,Pemerintah,Petani,Lainnya

Kepercayaan: UP DOWN 0

Laporan Tambahan

KEGIATAN MONITORING PERTANIAN

12:59 Apr 27, 2017

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 0.63 Kms

KAMPANYE KESEHATAN DAN PELAYANAN KESEHATAN

21:18 Jun 15, 2016

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 1.53 Kms

Kunjungan DPRD Sikka Ke lokasi Mata Air Ladauneng 1 dan 2

11:48 May 29, 2017

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 3.44 Kms

Gua Alam Patiahu

17:34 Apr 26, 2017

Patiahu kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 17.68 Kms

Air Panas Blidit

17:51 Apr 26, 2017

Desa Egon Kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 23.66 Kms