Terbukti

KEGIATAN MONITORING PERTANIAN

12:59 Apr 27 2017 Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

KEGIATAN MONITORING PERTANIAN
Gambaran
Monitoring Terasering Kebun Petani Rokatenda – Pulau Besar
Kampung Rokatenda Dusun Nanga Desa Kojagete, 10-11 Agustus 2016


1.Diskusi Dengan Pendamping Pertanian
Pendampingan dan monitoring di Pulau Besar ini dilaksanakan dengan diskusi awal oleh tim program dengan Pak Manse dari Dinas Pertanian. Diskusi ini terkait kegiatan pendampingan yang mana Pak Manse diharapkan akan melihat langsung ke lapangan atau melihat terasering yang telah dibuat di kebun masyarakat petani Rokatenda kemudian dari hasil pengamatan di lapangan dapat memberikan masukan, arahan, share pengalaman dari hasil yang dilihat atau di temukan di lapangan atau dikebun petani, terutama untuk teknik teras yang dilakukan petani.

2.Kunjungan Ke Lokasi Kebun Terasering
Kegiatan kunjungan ini dilakukan di pagi hari pada 3 kebun petani yang telah dibuatkan dengan teras batu. teras yang dibuat di masing-masing kebun modelnya semuanya sama yaitu 1 kebun memiliki 2 teras, yang membedakan yaitu panjang dari teras dari setiap kebun tergantung besar dan panjangnya kebun.
Berikut ini adalah nama pemilik kebun yang dikunjungi :

1. Kebun 1 (Ibu Margaretha Sopu)
Pada kunjungan di kebun pertama hasil pengamatan dari pak mansel yaitu kebun ini adalah sangat subur karena tanahnya masih banyak nutrisi (ditandai dengan bentuk warna tanah masih hitam kecoklatan), terasnya pun sudah bagus tinggal dilakukan pembersihan dan pada teras ditambahkan tanaman vegetasi untuk penahan teras tersebut, kebun yang sangat luas dan subur ini merupakan aset bagi petani dan harapannya petani dapat memanfaatkan dengan baik karena jika dikelola dengan baik akan sangat membantu ekonomi dalam keluarganya.

2. Kebun 2 (Ibu Lutvina Sopu)
Di kebun kedua ini lokasinya tepat di sebelah kebun pertama, hasil pengamatan dari kebun 2 yaitu masih sama dengan kebun pertama yaitu tanahnya sangat subur untuk terasnya juga sama dengan kebun pertama, masukannya yaitu untuk rumput jangan pernah dibakar sebaiknya rumput-rumput setelah dibersihkan dibiarkan kering di kebun/di tanah agar membantu humus atau nutrisi tanah sehingga tanah tetap subur dan hasil panen juga berlimpah, untuk teras bisa ditambahin rumput-rumput atau seresah-seresah biar ketika hujan tanah atau sedimen yang dibawah air hujan tidak keluar. Sama dengan kebun pertama untuk teras ditambahkan lagi tanaman vegetasi untuk penahan teras.

3. Kebun 3 (Ibu Leksia Noni)
Di kebun ketiga ini lokasinya tepat di sebelah kebun kedua, hasil pengamatan dari kebun ketiga ini adalah ditemukan banyak sisa-sisa tongkol jagung dan itu sangat baik dan benar membiarkan tongkol jagung di tanah atau dikebun karena hal itu dapat membantu mengembalikan nutrisi tanah, selain itu ditemukan juga lubang-lubang hasil galian batu hal itu sangat bagus karena bidang olah tanah menjadi luas dan populasi tanah persatu-satuan akan luas atau lebih padat.


3.Pertemuan dengan Petani Terasering

Peserta :
Pertemuan ini dihadiri oleh 10 orang terdiri dari Petani Rokatenda, staff CKM dan Pendamping dari Pertanian. Pertemuan dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 10.00-11.00 bertempat di Rumah Bapak Simpri-Rokatenda.

Pembukaan : FF
Pertemuan ini dibuka oleh Fasilitator dimana beliau langsung memperkenalkan Pak Mansel dari Dinas Pertanian tentunya sudah tidak asing lagi karena beliau sudah lama mendampingi petani dan sering ke Pulau Besar. Sebelum melakukan pertemuan ini kami bersama Pak Mansel telah melihat 3 lokasi terasering yang telah dibuat di kebun, untuk itu dari hasil kunjungan tersebut banyak hal yang akan disampaikan oleh Pak Mansel baik itu terkait teknik teras, pengelolaan kebun dan lainnya, hal itu juga menjadi maksud dan tujuan dari pertemuan ini.

Pembahasan/Penyampaian : Pak Mansel
Pertama-tama beliau menyampaikan motivasi kepada petani terasering yaitu jangan pernah membuat lahan rusak karena lahan kita adalah aset atau warisan buat anak-anak serta cucu di kemudian hari jangan sampai anak dan cucu tidak menikmati lahan yang subur dan luas tersebut.

Dari hasil pengamatan di kebun ditemukan banyak hal yaitu tanah yang begitu subur dan luas, perlu diketahui bahwa Pulau Besar ini adalah daerah konservasi maksudnya dari kata konservasi yaitu sangat baik dan benar untuk dijadikan lahan. Jadi berbanggalah dan bersyukurlah karena masyarakat pengungsi mendapatkan lahan di Pulau Besar ini janganlah bekerja berdasarkan beras kerja tetapi hendaklah kita memikirkan dan berupaya bagaimana caranya agar kita mempersiapkan lahan dengan baik dan benar.

Setelah melihat di kebun teras yang dibuat oleh petani adalah teras mekanik/teras batu sarannya agar ditambahkan teras vegetasi dengan tanaman lamtoro, caliandra dan gamal untuk memperkuat teras, kenapa tanaman tersebut karena tanaman tersebut mengandung nitrogen yang sangat tinggi. Pembuatan teras sudah dilakukan di semua kebun petani sekarang bagaiman cara menyiapkan lahan dengan benar yaitu petani atau hendaklah menyiapkan lahan sebelum hujan dan sangat baik bekas dedaunan atau seresah-seresah jangan dibakar karena hal itu salah dengan membakar akan merugikan bahan organik atau pupuk alam atau akan menghilangkan flora dan fauna yang sangat halus atau dengan kata lain nutrisi tanah/ekosistem akan hilang jadi biarkanlah ekosistem tersebut berkegantungan terhadap alam.

Penutup (masukan dan saran)
1.Pada umunya masyarakat / petani sudah benar melakukan pola tanam dan pembersihan lahan yaitu pembersihan sebelum hujan dan tidak melakukan bakar lahan karena seresah-seresah atau sampah-sampah di kebun itu adalah pupuk.
2.Saran dari Pak Mansel agar batang jagung dibiarkan di teras atau di kebun karena hal itu akan \ membantu mengembalikan nutrisi tanah dan juga seresah-seresah dibiarkan di teras dan dilahan kebun untuk kemudian semakin lama seresah-seresah itu akan menjadi tanah dan menutupi teras batu tersebut.
3.Untuk tanaman hendaklah memilih tanaman yang cocok dengan tanah disekitar tetapi tidak menutup kemungkinan petani untuk mencoba yang lain asalakan resiko gagal bisa di tekan.
4.Pembuatan teras ini untuk kelanjutan hidup anak dan cucu karena kebun adalah sumber hidup/kebutuhan perut jadi hendaklah teras dikembangkan dan diolah dengan baik dan benar jangan berdasarkan beras kerja.
5.Setelah pembuatan teras ini diharapkan kelompok untuk melanjutkan dengan pembersihan lahan sehingga saat monev dari manajemen atau pihak donor ada perbedaan/perubahan dari yang lahan yang belum bersih masih banyak pohon-pohon dan rumput-rumput menjadi lahan yang bersih dan kebun kelihatan sangat bagus.
6.Dengan mencungkil batu maka lubang dari tempat batu tersebut akan menjadi bidang olah tanah yang luas dan populasi tanaman persatu-satuan akan menjadi luas dan menjadi sangat padat.
Data Tambahan
Penanggung jawab kegiatan: Ardianus Ardi Nong
Mitra: Dinas Pertanian Kabupaten Sikka
Donatur: Caritas Jerman
Jumlah dana: Rp. 9.600.000
Wilayah kerja: Pulau Besar Desa Kojagete dan Watuturan Kelurahan Hewuli
Durasi program: 2 Tahun (Desember 2015 sampai Desember 2017)
Total jumlah peserta: 10
Peserta laki-laki: 4
Peserta perempuan: 6
Jenis Penerima Manfaat: Langsung
Peserta: Masyarakat,Pemerintah,Petani

Kepercayaan: UP DOWN 0

Laporan Tambahan

PELATIHAN Budidaya Sayur Organik

13:08 Apr 27, 2017

Pulau Besar Desa Kojagete, 0.63 Kms

KAMPANYE KESEHATAN DAN PELAYANAN KESEHATAN

21:18 Jun 15, 2016

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 1.53 Kms

Kunjungan DPRD Sikka Ke lokasi Mata Air Ladauneng 1 dan 2

11:48 May 29, 2017

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 3.75 Kms

Gua Alam Patiahu

17:34 Apr 26, 2017

Patiahu kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 17.08 Kms

Air Panas Blidit

17:51 Apr 26, 2017

Desa Egon Kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 23.2 Kms