Terbukti

KAMPANYE KESEHATAN DAN PELAYANAN KESEHATAN

21:18 Jun 15 2016 Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

KAMPANYE KESEHATAN DAN PELAYANAN KESEHATAN
Gambaran
Sosialisasi Filaria dan Pengobatan Gratis
Di Pulau Besar dan Pulau Pemana Kabupaten Sikka, 15-17 Juni 2016

1.Peserta Yang Hadir
Kegiatan ini dilakukan di Pulau Besar dan Pulau Pemana, untuk Pulau Besar dilakukan di 3 tempat yaitu Dusun Nelle Desa Kojagete, Dusun Nanga Desa Kojagete dan Kampung Gusung Pandang Dusun Nanga Desa Kojagete. Sedangkan untuk Pulau Pemana yaitu di Puskesmas Teluk Desa Gunung Sari. Peserta yang hadir pada kegiatan ini adalah sebanyak 164 orang dengan laki-laki sebanyak 60 orang dan perempuan sebanyak 104 orang.

2.Pembukaan
oleh : Dinkes

Ucapan terimah kasih dan salam sejahtera kepada seluruh masyarakat yang hadir dimana pada kesempatan ini sudah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan kampanye kesehatan dan pelayanan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat dalam melakukan konsultasi terutama masalah kesehatan agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara langsung karena saat ini Dokter yang datang sendiri ke lapangan bersama tim dari Dinkes. Harapannya dengan pelayanan kesehatan yang diberikan maka masalah kesehatan yang dihadapai akan terselesaikan atau singkatnya pasien akan sembuh atau sehat kembali.

Sebelum melakukan pelayanan kesehatan atau pengobatan gratis akan terlebih dahulu pengenalan tentang penyakit filaria dan kusta karna di daerah kita penyakit tersebut indemik

3.Pengantar dan Perkenalan
Oleh : Project Coordinator (CKM)

Dalam perkenalannya Project Coordinator ini menyampaikan bahwa Kegiatan ini adalah kerjasama antara CKM dan Dinkes karena CKM bekerja dan mendampingi masyarakat di Pulau Besar ini khususnya di Dusun Rokatenda dan saat ini CKM ingin membantu masyarakat Dusun tetangga untuk kesulitan dalam hal kesehatan atau yang lainnya yang akan kita diskusikan dan dikuatkan agar masyarakat ini menjadi nyaman dan tangguh.

Harapan CKM dan Dinkes dapat menghubungkan program DRR untuk wilayah Pulau. CKM dan Dinkes sebelum ke Pulau Besar telah melakukan kerjasama dan hal yan sama yaitu kampanye kesehatan dan pelayanan kesehatan di Kelurahan Hewuli-Maumere, dalam hal ini CKM sangat membantu Dinkes untuk mensosialisasikan penyakit filaria, kusta dan HIV/AIDS maka dari itu kami berharap kepada para kader untuk mendata masyarakat yang menderita penyakit kusta, filaria , imunisasi, dan HIV/AIDS.

3. Sosialisasi Filaria
Oleh : Dinkes

Pertama-tama mengucapkan syukur kepada Tuhan karena berkat rahmat dan karunianya kita dapat bertemu di tempat ini untuk menghadiri kegiatan sosialisasi filaria. Tak lupa mengucapkan salam hormat untuk seluruh peserta yang hadir.

Dinkes menyampaikan bahwa Tim dari Dinkes telah melakukan banyak sosialisasi ke banyak tempat di Kabupaten Sikka khususnya sosialisasi terkait penyakit filaria, kusta dan HIV/AIDS, penyakit ini sangat banyak ditemukan di masyarakat terutama filaria dan kusta dimana penyakit ini adalah penyakit yang sudah lama ada dimasyarakat tetapi mulai dilupakan atau tidak diperhatikan dan sekarang Dinkes memunculkan kembali dengan program untuk pengobatan sampai tuntas untuk penyakit filaria dan kusta karena penyakit ini menular dan sangat berbahaya. juga akan menjelaskan terkait imunisai, polio dan pengenalan vaksin dan cara menyimpan vaksin.

Untuk penyakit kusta salah satu langkah agar terhindar dari penyakit kusta yaitu tidak melakukan kontak dengan pasien yang tidak sedang dalam masa pengobatan, perlu diketahui bahwa penyakit ini sangat menular jika korbannya tidak mendapat penanganan yang berkelanjjutan sedangkan jika pasien atau korbannya dalam masa pengobatan maka penyakit ini tidak menular karena tidak ada organisme penyebab lepra tersebut, jadi jika di Dusun ini atau dilingkungan ini ada yang menderita kusta maka segerahlah untuk menghubungi petugas kesehatan agar penyakit tersebut tidak menular ke penduduk sekitar atau ke orang lain, harapannya kader segera mendata masyarakat yang mengidap penyakit kusta.

Sedangkan untuk penyakit filaria atau filariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria, penyakit ini dapat menyerang hewan maupun manusia parasit filaria memiliki ratusan jenis tapi hanya delapan spesies yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia, parasit filaria masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi dan kemudian cacing tersebut akan tumbuh dewasa dan bertahan hidup selama enam hingga delapan tahun dan terus berkembang biak dalam jaringan limfa manusia atau dalam darah, infeksi ini umumnya dialami sejak masa kanak-kanak dan menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang tidak disadari sampai akhirnya terjadi pembengkakan yang parah dan menyakitkan pembengkakan tersebut kemudian dapat menyebabkan cacat permanen.Proses diagnosis filariasis limfatik dapat dilakukan melalui tes darah dan tes urine kedua tes ini akan mendeteksi keberadaan parasit filaria dalam tubuh pasien tes darah akan dilakukan pada malam hari saat parasit aktif dan jika positif terdiagnosis dokter akan memberikan obat-obatan anti filaria untukk menangani filariasis limfatik. Langkah pencegahan filariasis yang utama untuk mencegah tertular filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk sebisa mungkin hal ini sangat penting terutama di daerah-daerah yang indemik seperti di Flores khusunya di Kabupaten Sikka.

Dinkes juga menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan telah melakukan imunisasi di banyak Puskesmas, dan pada bulan Juli 2016 ini akan ada program baru yaitu polio suntik yang sebelumnya menggunakan oral. Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan bayi dan anak terhadap penyakit, imunusasi adalah suatu tindakan dengan sengaja memasukkan vaksin berupa mikroba hidup yang sudah dilemahkan, dimana imunisasi dapat menimbulkan kekebalan tubuh. Kenapa harus dilakukan imunisasi atau perlunya imunisasi yaitu karena melalui imunisasi bayi akan dilindungi dari penyakit berbahaya seperti polio, TBC dan semua penyakit yang terdaftar dimana anak kecil beresiko terbesar maka anak memerlukan imunisasi sebelum mereka mencapai dua tahun karena vaksin selalu diperbaiki dan karena banyak macam nama suntikan yang mungkin akan sedikit berbeda dan para dokter atau petugas kesehatan memiliki jadwal yang berbeda mengenai suntikan imunisasi ini. Imunisasi ini sangat aman dan efektif yaitu akan diberikan kepada anak setelah uji coba yang membutuhkan waktu relatif lama dan proses yang rumit oleh peneliti, dokter, dan ahli kesehatan, efek samping yang terjadi setelah imunisasi seperti demam, kulit kemerahan, dan bengkak tidak berarti jika dibandingkan dengan sakit dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh penyakit, akibat dari efek samping ini maka banyak orang tua tidak memberikan imunisasi. perlu diketahui bahwa anak yang tidak diimunisasi jika terkena penyakit menular dapat menjadi media penyebaran penyakit misalnya penyakit campak dan batuk pertusis yang mudah menular dan berdampak buruk hingga menyebabkan kematian. Anak pada usia 4 sampai dengan 6 serta 11 sampai dengan 12 tahun anak semestinya diberikan tambahanimunisasi untuk memperkuat imunisasi yang sudah diperoleh dan juga imunisasi lainnya yang direkomondasikan untuk anak yang lebih tua dan anak yang belasan tahun dan pastikan catatan imunisasi anak di sepanjang masa kecilanya dan bawalah setiap kali kunjungan kesehatan, anak dengan kebutuhan kesehatan amat mungkin memerlukan tambahan suntikan imunisasi dan akan memerlukan penyesuaian jadwal agar menyesuaikan dengan situasi bukan sebaliknya waktu yang disesuaikan dengan kedewasaaan mereka. kalau anak anda lupa suatu imunisasidan perlu mengejar jadwal itu ada pedoman yang harus diikuti agar anak masih sesuai dengan imunisasi tertentu. Imunisasi dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. pada imunisasi aktif tubuh berperan aktif dalam membentuk kekebalan tubuh (imunitas), pada imunisasi aktif tubuh diberikan sebagian atau seluruh komponen kuman atau suatu bentuk rekayasa kuman sehingga terbentuk rangsangan kekebalan tubuh yang menyerupai respon terhadap infeksi alamiah oleh kuman diharapkan dengan proses tersebut tubuhmampu membentuk anti toksin atau bentuk lain yang efeknya mampu menetralis kuman. sedangkan pada imunisasi pasif tubuh dengan sendirinya membentuk kekebalan atau antibody, tetapi diberikan dalam bentuk antibody dari luar.

Dinkes menjelaskan bahwa perlu diketahuipada bulan Maret 2014 WHO untuk kawasan Asia Tenggara menyatakan bahwa Asia Tenggara telah bebas polio karena itu vaksinasi polio pada bayi ssudah tidak perlu. Poliomielitis atau Polio adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus , penyakit ini dibawah oleh virus yang dinamakan poliovirus masuk ke tubuh melalui mulut kemudian menginfeksi saluran usus, virus ini juga dapat melakukan aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat kemudian menyebabkan melemahnya otot dan kandang kelumpuhan. Vaksin merupakan bahan yang mudah rusak dengan adanya perubahan suhu dan paparan cahaya kerusakannya bersifat irreversible sehingga dapat mengakibatkan hilangnya keampuhan/potensi vaksin. Untuk menjaga agar vaksin dalam keadaan optimal mulai dari produksi sampai disuntikkan maka diperlukan suatu metode penyimpanan dan transportasi yang baik disebut dengan cold chain terdiri atas rangkaian penyimpanan dan transportasi dimana suhu vaksin terus menerus dijaga pada rentang yang optimal. Pemahaman akan karakteristik vaksin sangat diperlukan dalam penyimpanan dan pengiriman vaksin, beberapa vaksin dapat bertahan cukup lama pada suhu lebih panas namun hal tersebut tetap mengurangi masa hidup vaksin secara signifikan (expired date menjadi maju) , efek panas terhadap vaksin bersifat kumulatif dan tidak bisa dinilai dari tampilan fisik vaksin dan efek dingin terhadap vaksin juga dapat merusak beberapa jenis vaksin contohnya vaksin flu, hepatitis B dan TD (Tetanus Difteri). Dalam penyimpanan vaksin dibutuhkan unit pendingin yang memiliki kulka (chiller) dan freezer terpisah suhu kulkas dijaga agar selalu berada 2-8 C sedangkan suhu freezer dijaga -15 C sampai - 25 C , pendingin yang digunakan untuk penyimpanan vaksin tidak boleh disatukan denhgan makanan karena akan berpengaruh pada resiko kontaminasi dan tidak stabilnya suhu karena seringnya dibuka tutup. dan sebaiknya vaksin diletakan ditengah-tengah bagian dari kulkas tidak terlalu dekat dengan evaporator untuk mencegah terjadinya pembekuan dan bukan di pintu kulkas karena suhu meningkat saat dibuka jadi disediakan ruang kosong 50% volume kulkas agar udara dapat bersikulasi, penataan juga harus memperhatikan tanggal kadaluwarsa vaksin dimana yang paling belakan adalah tanggal kadaluwarsa yang paling jauh dan vaksin yang sudah lewat kadaluwarsa tidak boleh digunakan

Yang terakhir Dinas Kesehatan menjelaskan tentang vaksinasi yaitu proses pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. dengan pemberian vaksin diharapkan tubuh mampu membentuk antibody. Masa bayi atau kanak-kanak masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit oleh karena itu dibutuhkan imunisasi untuk memberikan perlindungan dan pertahanan dari suatu penyakit. Pada dasarnya imunisasi cukup aman, maka tidak ada alasan bagi kita , orang tua untuk tidak memberikan imunisasi pada bayi/anak-anak kita.

4.Pelayanan Kesehatan/Pengobatan Gratis
Oleh : Tim Dinkes

Pelayanan kesahatan ini dilakukan oleh Dokter dan tim dari Dinas Kesehatan dengan masing-masing bagian yaitu bagian pendataan pasien (nama, usia, keluhan), kemudian selanjutnya dilakukan tensi darah untuk mengetahui berapa tekanan darahnya, selanjutnya langsung konsultasi ke dokter dan terakhir pengambilan obat. Masyarakat sangat senang dengan adanya pengobatan gratis, yang berobat mulai dari anak-anak sampai orang yang lanjut usia, macam penyakit yang diderita yaitu batuk,pilek, gatal-gatal, lambung, dan tulang sakit atau kecapean

5.RTL

Validasi data : dilakukan oleh kader dan data ini sudah final pada akhir bulan Juni 2016, data sasaran yaitu pada ibu hamil dan penderita penyakit filaria dan kusta, sehingga dapat dilakukan pengobatan massal.
Sosialisasi bersama di semua puskesmas di masing-masing desa dan kepala desa terlibat. Untuk perlengkapan (spanduk, buku panduan, browsur disediakan di Dinas) tempat pelayanan dilaksanakan di Posyandu dan di sekolah masing-masing
Tanggal pelaksanaan untuk 6 Desa yaitu :
1.Bulan Juli akhir pelaksanaan di Desa Kojagete
2.Bulan Agustus minggu pertama dan kedua pelaksanaan di Desa Kojadoi
3.Bulan Agustus minggu ketiga dan keempat pelaksanaan di Desa Permaan
4.Bulan September minggu pertama dan kedua pelaksanaan di Desa Pemana
5.Bulan September minggu ketiga dan keempat pelaksanaan di Desa Semparong
6.Bulan Oktober minggu pertama dan kedua pelaksanaan di Desa Gunung Sari

6.Masukan dan Saran

1.Masyarakat meminta agar untuk pelayanan kesehatan jangan hanya pengobatan tetapi pelayanan untuk KB juga dilakukan
2.Dinas menyarankan agar setiap rumah harus sudah memiliki WC kalaupun itu sulit dilakukan maka diharapkan di buat WC umum untuk contoh, sangat penting memiliki WC karena WC merupakan kebutuhan dasar manusia minimal 6 kali setiap hari orang menggunakan untuk buang air besar dan air kecil, WC sangat berguna untuk menjaga lingkungan tetap sehat, tidak mencemari sumber air bersih, dan tidak menjadi sumber berkembang biaknya lalat yang menjadi faktor penyebaran penyakit.
3.Karena daerah endemik filaria maka tidur harus menggunakan kelambu karena penyakit filarial penyebabnya dari nyamuk, maka dinas melalui kader akan mendata masyarakat yang tidak memiliki kelambu untuk kemudian Dinas akan pengadaan kelambu.
Data Tambahan
Penanggung jawab kegiatan: Fransiskus Angelinus
Mitra: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka
Donatur: Caritas Jerman
Jumlah dana: Rp. 28.348.950
Wilayah kerja: Pulau Besar Desa Kojagete dan Watuturan Kelurahan Hewuli
Durasi program: 2 Tahun (Desember 2015 sampai Desember 2017)
Total jumlah peserta: 164
Peserta laki-laki: 60
Peserta perempuan: 104
Jenis Penerima Manfaat: Langsung,Tidak langsung
Peserta: Masyarakat,Pemerintah,Petani,Lainnya

Kepercayaan: UP DOWN 0

Laporan Tambahan

PELATIHAN Budidaya Sayur Organik

13:08 Apr 27, 2017

Pulau Besar Desa Kojagete, 1.53 Kms

KEGIATAN MONITORING PERTANIAN

12:59 Apr 27, 2017

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 1.53 Kms

Kunjungan DPRD Sikka Ke lokasi Mata Air Ladauneng 1 dan 2

11:48 May 29, 2017

Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 4.94 Kms

Gua Alam Patiahu

17:34 Apr 26, 2017

Patiahu kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 17.9 Kms

Air Panas Blidit

17:51 Apr 26, 2017

Desa Egon Kec.Waigete Kab.Sikka-Flores-NTT, 24.47 Kms