Mapathon untuk Proyek Pemetaan InAWARE bersama Universitas Indonesia

Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia mengadakan mapathon bersama mahasiswa/i di Departemen Geografi, Universitas Indonesia (UI). UI, salah satu universitas terbaik di Indonesia, adalah salah satu partner HOT Indonesia dalam melaksanakan program-program yang melibatkan anak muda dan akademisi.

Mapathon, atau yang sering juga disebut dengan pesta pemetaan, adalah salah satu metode yang efisien waktu untuk menambahkan data peta dan geospasial. Peserta mapathon duduk bersama dalam jangka waktu tertentu untuk memetakan wilayah yang telah ditentukan sebelumnya menggunakan Tasking Manager, suatu alat yang mampu mengoordinasi pemetaan kolaboratif jarak jauh. Di beberapa kesempatan, seperti halnya saat UI Mapathon, kegiatan ini didesign sebagai kompetisi antar mahasiswa, dimana pemeta terbaik diberikan insentif tertentu. UI Mapathon berlangsung selama tiga hari, dari 5 sampai 7 Juni 2017.

Proyek ini adalah bagian dari program InAWARE, suatu alat pengelolaan bencana, untuk menunjang kualitas kajian risiko menyeluruh, peringatan dini, dan proses pengambilan kebijakan di Indonesia dengan dukungan dari USAID, Office of U.S. Foreign Disaster Assistance (OFDA), sebagai salah satu program yang didanai melalui Universitas Hawaii: Pacific Disaster Centre (PDC) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT): PetaBencana untuk mendukung pemerintah Indonesia: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Untuk membekali mahasiswa/i dengan kemampuan memetakan yang baik, UI Mapathon juga dilengkapi dengan pelatihan dan modul singkat terkait teknik pemetaan tingkat pemula hingga menengah, menggunakan JOSM dan Tasking Manager. Mahasiswa/i kemudian dibagi ke dalam 5 kelompok untuk memetakan wilayah kecamatan berikut:

  1. Cipayung (http://tasks.hotosm.org/project/3018)
  2. Kebayoran Lama (http://tasks.hotosm.org/project/3027)
  3. Kebayoran Baru  (http://tasks.hotosm.org/project/3034)
  4. Tanjung Priok (http://tasks.hotosm.org/project/3035)
  5. Koja (http://tasks.hotosm.org/project/3028)

Kelima kecamatan ini adalah bagian dari prioritas pemetaan InAWARE di bulan Juni dan Juli.

Peserta berhasil memetakan 37,173 bangunan. Anggoro Tri Muldiguno menjadi pemeta terbaik dengan jumlah bangunan terpetakan sebanyak 37,173 bangunan. Kontribusi Anggoro dan peserta lainnya bukan hanya dapat mengisi bagian-bagian yang kosong dalam peta OSM (fill the gaps) untuk kemudia divalidasi oleh Spsialis Data Entry dan Quality Assurance dari HOT melalui pengumpulan dan survei lapangan, namun juga dapat membantu meningkatkan kesadaran mengenai OSM dan upaya dalam menumbuhkan inklusifitas pemuda dalam penurunan risiko bencana di Indonesia.

Berikut adalah video singkat dari kegiatan UI Mapathon:

Biondi Sima
Biondi Sima
Biondi is a Communications Specialist in the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia. He studied International Economic Policy and Sustainable Development in SciencesPo Paris and Peking University Beijing.

Comments are closed.