Kopi Darat Komunitas: Mapathon untuk Karangetang

“‘Karangetang batuk kalau malam hari. Di puncak gunung terlihat terang dengan lahar,’ kata Wenny Dulag Kansil, warga Siau, Selasa, 10 Maret 2015.” (Sumber)

Gunung Karangetang terletak di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Selama beberapa hari terakhir, Gunung Karangetang telah mengeluarkan lahar panas. Tampaknya, aktivitas vulkanis gunung ini akan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Sejak tanggal 21 Februari 2015, HOT telah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pembuatan tasking Gunung Karangetang di OSM Tasking Manager yang dapat kamu akses di sini. Lewat proyek MapGive, Humanitarian Information Unit (HIU) dari U. S. Department of State telah memberikan akses citra satelit wilayah Gunung Karangetang dan wilayah sekitarnya yang memiliki prioritas tertinggi kepada Komunitas OpenStreetMap, terutama Komunitas OpenStreetMap Indonesia.

Meskipun sudah cukup lama berada di OSM Tasking Manager, tasking ini belum kunjung selesai terpetakan juga. Oleh karena itu, HOT (Humanitarian OpenStreetMap Team) dan Komunitas OpenStreetMap Indonesia akan melakukan kegiatan Mapathon tasking Karangetang pada acara temu komunitas bulanan. Acara ini akan diadakan pada tanggal 22 Maret 2015, dan seperti biasa, kamu dapat melihat detil dan mendaftar di halaman MeetUp OSM ID. Jika kamu belum terdaftar pada halaman MeetUp OSM ID, kamu hanya perlu login di MeetUp menggunakan akun Facebookmu, setelah itu kamu dapat mengikuti halaman MeetUp kami dan menentukan apakah ingin turut serta pada acara berikutnya atau tidak.


Mapathon Karangetang

Seperti biasa, kamu hanya perlu membawa laptop dan mouse! Jika kamu belum memahami cara memetakan di OpenStreetMap, beberapa trainer HOT akan turut hadir dan akan selalu siap melatihmu tentang cara berkontribusi data ke OpenStreetMap.

Sampai ketemu di tanggal 22 Maret 2015!

Sindhunata
Sindhunata
Sindhunata is a Communication Specialist in the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia. He studied Anthropology in Universitas Indonesia.

Comments are closed.