Kompetisi Pemetaan OpenStreetMap di Kalimantan Timur

Akhirnya…!! Setelah ditunggu beberapa lama akhirnya Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia berhasil melaksanakan kompetisi pemetaan digital menggunakan OpenStreetMap. Iya, KOMPETISI.. bukan pelatihan.

Kegiatan Kompetisi Pemetaan Digital menggunakan OpenStreetMap merupakan kegiatan lanjutan dari Pelatihan OpenStreetMap di Samarinda pada tanggal 22 – 24 Juni 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi objek-objek fasilitas umum di Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda dan Kota Tenggarong dan juga sebagai data dasar untuk pembuatan artikel untuk wikipedia di Kalimantan Timur.

Kompetisi ini merupakan kegiatan atas kerjasama antara HOT Indonesia dengan Wikimedia Indonesia dengan didanai oleh Making All Voices Count (MAVC). Tujuannya agar informasi tentang Fasilitas-Fasilitas Umum di Kalimantan Timur khususnya dan Pulau Kalimantan pada umumnya tersedia secara online, sehingga mempermudah akses masyarakat untuk mengakses informasi terhadap data-data tersebut dan juga dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih lanjut seperti dalam bidang pembangunan wilayah, sosial ekonomi dan kebencanaan.

Biar tidak bingung.. Berikut adalah konsep dari tujuan kompetisi ini :

konsep kompetisi

Jadi intinya, data OpenStreetMap hasil dari kompetisi nantinya akan dipilih kemudian dijadikan artikel wikipedia. Ketika masyarakat mencari fasilitas umum yang ada di Kalimantan Timur di OpenStreetMap, mereka bisa menemukan tautan artikel wikipedianya begitu juga sebaliknya. Hal ini tentu saja memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi baik itu informasi spasial/lokasi ataupun jenis dan informasi spesifik terhadap objek tersebut. Contoh hasilnya seperti berikut :

contoh hasil

Kegiatan ini diikuti oleh peserta pelatihan yang berasal dari 3 Universitas/Perguruan Tinggi yaitu Universitas Mulawarman, SPB Airlangga dan Politeknik Negeri Samarinda. Tidak semua peserta pelatihan mengikuti kegiatan kompetisi pemetaan ini, hanya mereka yang tertarik ingin mengikuti saja. Jumlah peserta hingga akhir kompetisi sebanyak 7 orang dimana terdiri dari 1 peserta dari Politeknik Negeri Samarinda, 3 peserta dari Universitas Mulawarman, 3 peserta dari SPB Airlangga.

Kompetisi Pemetaan ini dilaksanakan selama 37 hari mulai dari tanggal 25 Juni hingga 31 Juli 2015 dimana terbagi dalam 4 minggu pelaksanaan. Lokasi kompetisi ini dilakukan di 2 kota di Kalimantan Timur yaitu Kota Samarinda dan Kota Tenggarong. Dari sekian banyak objek yang dapat dipetakan, terdapat beberapa objek wajib yang harus dipetakan dan juga diberikan tautan terkait objek tersebut. Objek-objek tersebut adalah :

-) Fasilitas Pendidikan yaitu : Sekolah dan Madrasah, Sekolah Tinggi dan Universitas

-) Fasilitas Kesehatan, yaitu : Rumah Sakit

-) Fasilitas Sosial, yaitu : Kantor Pemerintahan tingkat Provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota, Masjid, Gereja, Vihara, Klenteng, Pasar.

Dari rentang waktu tersebut berhasil dipetakan sebanyak 5025 bangunan dan 140 jalan.

Dengan rincian sebagai berikut :

  1. 580 Fasilitas Umum Wajib Referensi
  2. 2223 Fasilitas Umum Tidak Wajib Referensi
  3. 96 Fasilitas Umum Wajib Referensi TAPI tidak diberikan referensi
  4. 159 Fasilitas Umum Tidak Wajib Referensi DIBERIKAN referensi

Kompetisi pemetaan ini berhasil meningkatkan  jumlah bangunan keseluruhan di Kalimantan Timur, dimana ditunjukkan oleh grafik di bawah ini :

grafik kaltim

Terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap jumlah bangunan di Kalimantan Timur pada bulan Juli dan Agustus 2015 dimana merupakan bulan dimana kompetisi pemetaan digital diadakan di Kalimantan Timur. Meningkat dari hanya 2.427 Bangunan di Bulan Juni sebelum kompetisi dimulai menjadi 12.478 bangunan di akhir kompetisi pada tanggal 1 Agustus 2015. Hal ini menunjukkan peningkatan positif dimana data-data bangunan terutama fasilitas umum di Kalimantan Timur khususnya di Kota Samarinda dan Tenggarong sudah terpetakan secara baik dari segi kuantitas dan kualitas. Berikut perbedaan di beberapa wilayah sebelum dan setelah kompetisi

before ftee 1

 

before ftee 2

Kompetisi ini sendiri memilih 2 orang pemenang dengan Juara 1 berhasil diraih oleh Slamet Widodo dan Juara 2 berhasil diraih oleh Riska Riya Wati dari SPB Airlangga. Selain pemenang, peserta lain yang mengikuti kompetisi sampai akhir akan mendapatkan sertfikat dan juga hadiah dari panitia. Penyerahan hadiah direncakan akan dilaksanakan pertengahan Bulan September 2015. Berikut adalah contoh hasil pelatihan dan beberapa kegiatan kompetisi.

gambar perbandingan

 

kegiatan kompetisi

 

Selamat kepada para peserta dan pemenang. Semoga bisa terus berkontribusi di OpenStreetMap untuk Indonesia khususnya di Kalimantan Timur. Happy Mapping 😀

 

Harry Mahardhika
Harry Mahardhika
Anggota Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia. Geografi Universitas Indonesia angkatan 2009.

3 Comments

  1. Purnama berkata:

    Kompetisinya keren, positif dan membangun
    Salam sukses

  2. Dedy Mirwansyah berkata:

    Perkenalakan saya dedy..gmna caranya saya bsa mendapatkan ilmu ini..trims

  3. Suyono Darul berkata:

    Pelatihan dan kompetisi lebih di lebarkan lagi ke kota dan wilayah lain selain Samarinda dan Tenggarong. 🙂