Membangun Pelibatan Pemuda, Pemenang Uni Battle Map HOT Menjadi Chapter YouthMappers Pertama di Indonesia

Pemuda adalah mitra penting dalam menjalankan misi HOT. Kami bekerjasama dengan mahasiswa dan pemuda bahkan sejak pertama kali HOT memulai operasi di Indonesia. Pemuda adalah kelompok natif teknologi dan sangat cekatan dalam menyerap informasi baru, memproses data, dan memanfaatkan perangkat yang kami kembangkan. HOT berkolaborasi dengan 25 universitas dan institusi akademis sebagai perantara pelibatan pemuda.

Memperluas upaya HOT untuk menyediakan data keterpaparan di Indonesia, khususnya di 136 kota/kabupaten rawan bencana, HOT secara proaktif mengembangkan kesempatan baru untuk memperdalam pelibatan pemuda. HOT melakukan upaya ini lewat dua cara. Pertama, HOT melakukan pionir program dimana banyak universitas bisa terlibat sekaligus secara paralel dalam kurun waktu yang lebih singkat. Kedua, HOT mendorong inisiasi komunitas tingkat universitas untuk bisa mengorganisir mahasiswa secara independen dan meneruskan materi ajar pelatihan untuk mahasiswa/i baru. Upaya pertama dieksekusi melalui kompetisi pemetaan jarak jauh secara nasional, bernama Uni Battle Mapping, sementara yang kedua dilakukan melalui kolaborasi bersama YouthMappers.

 

UNI BATTLE MAP

University Battle Mapping adalah program inovatif untuk meneruskan pelibatan pemuda memetakan secara kontinu di OpenStreetMap. Mahasiswa bekerja dalam tim memetakan dari jarak jauh wilayah yang telah didistribusikan sebelumnya. Kelompok dengan jumlah obyek terpetakan terbanyak, termasuk bangunan, jalan, dan fasilitas umum–dengan tetap mempertahankan kualitasnya sesuai dengan standar komunitas–akan memenangkan hadiah.

Mapathon dan roadshow secara terpisah merupakan cara yang efektif untuk melibatkan pemuda, namun Uni Battle Map dapat menjadi alternatif melibatkan banyak universitas secara bersama-sama dan melatih kemampuan mahasiswa bekerja dan melakukan pemetaan di dalam kelompok.

Validasi menjadi bagian integral dari kriteria evaluasi Uni Battle Map sebagai implementasi strategi HOT untuk mempertahankan, bukan hanya kuantitas obyek terdigitasi, namun lebih penting lagi, kualitas dari data tersebut. Masing-masing kelompok diberikan tasking secara terpisah dan mereka bebas melakukan digitasi dan menambahkan sebanyak mungkin bangunan, jalan, dan fasilitas umum, dan kemudian melakukan validasi dalam kurun waktu tertentu. Babak eliminasi diadakan dalam lima hari, tiga hari untuk pemetaan dan dua hari untuk validasi. Babak final dilakukan selama tujuh hari, lima hari untuk memetakan dan dua hari untuk validasi.

 

 

50 kelompok dari berbagai universitas di Indonesia mendaftarkan diri dalam turnamen pemetaan ini. Lebih dari 121 ribu bangunan dan 5 ribu km jalan berhasil terpetakan selama lima hari babak final. Tim bernama Space Time dari Universitas Muhammadiyah Surakarta berhasil menjadi tim terbaik dengan total skor sebesar 8673.6 point. Juara pertama diikuti secara dekat oleh runner-ups dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketiga kelompok pemenang diundang untuk menerima hadiah dalam talkshow edukatif yang diadakan beriringan dengan OSMGeoWeek.

 

PELATIHAN UNTUK YOUTHMAPPERS

Universitas Muhammadiyah Surakarta, pemenang Uni Battle Map, terdaftar secara resmi sebagai YouthMappers Chapter pertama di Indonesia selang tiga bulan setelah berakhirnya kompetisi tersebut. Tim ini dengan cepat berkembang dari yang awalnya hanya terdiri atas tiga orang peserta Uni Battle Map menjadi komunitas dengan anggota sebanyak 33 orang mahasiswa/i.

HOT Indonesia yang pertama mendorong tim ini agar terafiliasi dengan YouthMappers kemudian mengunjungi universitas mereka untuk melatih anggota yang baru direkrut bagaimana cara terbaik memanfaatkan OSM untuk komunitas mereka. 28 anggota komunitas menghadiri acara pelatihan dan mapathon ini. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas pemetaan peserta dari tingkat dasar hingga menengah, menggunakan iD, JOSM, dan Tasking Manager. Peserta juga dilatih cara melakukan survei lapangan untuk menambahkan akurasi peta kampus mereka, menggunakan GPS, OSM Tracker dan Field Papers. Melalui pelatihan dan mapathon ini, lebih dari 15.982 bangunan ditambahkan ke Surakarta hanya dalam kurun waktu beberapa jam.

 

 

Terafiliasi dengan YouthMappers, UMS’ Space Time kini menjadi bagian dari jejaring komunitas YouthMappers yang terus bertumbuh dengan lebih dari 100 chapters di lebih dari 30 negara. Afiliasi ini memberikan UMS tuntunan yang lebih terstruktur dan dukungan untuk pengembangan komunitasnya. Ini juga akan membuka banyak kesempatan untuk kolaborasi proyek, pelatihan, bahkan fellowship riset yang tersedia untuk komunitas internal.

Jika Anda masih berstatus mahasiswa/i aktif berorganisasi, atau menjadi bagian dari komunitas yang telah terbentuk yang memiliki aktifitas memetakan dengan data spasial terbuka atau ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana data spasial ini dapat memberikan dampak nyata terhadap persoalan pembangunan, Anda dapat mempertimbangkan untuk  menjadi bagian dari YouthMappers. Anda hanya perlu mengidentifikasi mentor dari pihak fakultas, seorang ketua, sekretaris, dan bendahara, serta mengisi formulir ini.

HOT Indonesia akan terus melanjutkan pelibatan pemuda dan penggiat data terbuka, mengoptimalkan bonus demografi Indonesia dan industri teknologi yang sedang sangat berkembang. HOT bermaksud untuk terus melakukan fasilitasi terciptanya lebih banyak data spasial terbuka untuk mengisi kekosongan dan menangani banyak tantangan pembangunan di Indonesia secara inklusif melalui peran aktif pemuda.

Biondi Sima
Biondi Sima
Biondi is a Communications Specialist in the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia. He studied International Economic Policy and Sustainable Development in SciencesPo Paris and Peking University Beijing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *