Ambon Mapathon

Ambon adalah ibukota dari provinsi Maluku di Indonesia. Dikenal sebagai kepulauan rempah-rempah, kepulauan Maluku terletak di dalam Zona Tabrakan Laut Maluku. Kondisi ini meletakkan Maluku sebagai satu dari provinsi-provinsi yang sangat rawan bencana di Indonesia. Disaster Risk Index Indonesia pada tahun 2013, dipublikasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, mengklasifikasi seluruh kota di Maluku (11 kecamatan/kota) memiliki risiko tinggi. Pada tahun ini, BNPB berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, Disaster Management Innovation (DMInnovation) dan Institut Teknologi Bandung berencana untuk mengadakan tabletop exercise (TTX) nasional dan internasional di Ambon untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan pada daerah tersebut. Sebelum TTX dapat dilaksanakan, ada berbagai aktivitas yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah perkembangan akan rencana kontijensi.

Sebagai alat ilmiah untuk menilai dampak bencana, InaSAFE berperan sangat penting untuk mengembangkan rencana kontijensi untuk Ambon. InaSAFE memerlukan data keterpaparan, layaknya bangunan, jalan, dan data populasi, sebagai salah satu kunci untuk melengkapinya. Untuk memenuhi hal ini, BNPB, DMInnovation, dan HOT Indonesia bersama-sama mengadakan Ambon Mapathon selama 3 hari  pada minggu pertama April 2016 di kantor BNPB. Mapathon tanpa diragukan adalah metode tercepat untuk mendapatkan data peta, yang kemudian disayangkan masih sangat jarang diadakan di Indonesia.

lolo

Mapathon yang terfokuskan pada daerah-daerah berpopulasi di kepulauan Maluku ini, diikuti oleh beberapa pegawai BNPB dari berbagai divisi. Untuk mendorong orang agar lebih sering memetakan, DMInnovation memberikan hadiah untuk tiga orang yang telah memetakan terbanyak saat acara tersebut dilaksanakan. Pada akhir acara, 99% task dapat diselesaikan. Total 62.778 bangunan dan 407 jalan terpetakan oleh 60% pemeta baru. Pemenang acara Ambon Mapathon adalah Meysita Noormasari, yang juga merupakan pemeta yang baru saja mendaftar dan dikenalkan kepada OSM di hari pertama. Hingga acara berakhir, Meysita dapat memetakan hingga 10.095 bangunan dan 85 jalan.

IMG_3711

Comments are closed.