Cerita dari State of the Map US 2015

Penggunaan OpenStreetMap yang berbasis Open Source dalam berbagai bidang keilmuan saat ini terus dikembangkan terutama dalam bidang teknologi dan software pemetaan oleh pengguna di seluruh dunia. Oleh karena itu, salah satu konferensi internasional tahunan yang dinamakan State of the Map diadakan setiap tahunnya. State of the Map (SotM) diselenggarakan oleh OpenStreetMap Foundation setiap tahunnya sejak tahun 2007 di berbagai negara. Sementara itu komunitas OpenStreetMap US mengadakan SotM pertama kali pada tahun 2010 di Atlanta, Georgia.

 

nyc bannerState of the Map tahun ini, yaitu SotM US 2015 diadakan di New York City pada tanggal 6 – 8 Juni 2015 dan diselenggarakan oleh komunitas OpenStreetMap US. Konferensi SotM ini mempertemukan seluruh pengguna OpenStreetMap di seluruh dunia, baik pengguna OSM telah handal maupun pengguna OSM yang baru, dan siapa saja yang tertarik dengan OpenStreetMap. Pada konferensi ini seluruh komunitas dari seluruh dunia dapat saling bertemu untuk berbagi pengalaman, cerita dan informasi teknologi pemetaan dengan dasar OpenStreetMap.

SotM 2015 merupakan kegiatan OpenStreetMap terbesar dengan jumlah peserta 834 orang dari 41 negara berbeda, dan salah satu anggota HOT Indonesia berkesempatan untuk hadir. State of the Map diadakan selama tiga hari, dua hari pertama diisi dengan talk show oleh 86 pembicara pada United Nations Headquarters, dan hari ketiga dengan berbagai lokakarya, hacking dan mapping parties yang diadakan di New York University. Panitia juga mengadakan kegiatan sosial setiap hari setelah kegiatan berakhir, dimana para peserta dapat berkumpul dan berdiskusi dengan santai di berbagai tempat menarik di New York City.

 

registerasi

Registrasi Peserta (sumber: https://www.flickr.com/photos/openstreetmapus)

Sebelum kegiatan berlangsung, para peserta melakukan registrasi untuk dibagikan nametag, buku, dan merchandise. Pembukaan konferensi SotM US 2015 diawali oleh Alyssa Wright, presiden OpenStreetMap US. Untuk pertama kalinya, para peserta berkumpul dan bertemu dari berbagai negara. Kegiatan dilanjutkan dengan talk show dan diskusi dengan pembagian dalam tiga ruangan, dimana setiap peserta dapat memilih topik yang diinginkan. Pada setiap ruangan terdiri dari 10 presentasi dan para peserta dapat memilih topik hingga berpindah ruangan karena jarak antar ruangan sangat berdekatan. Topik dalam konferensi berkaitan dengan penggunaan OpenStreetMap dan perkembangan teknologi webGIS serta kualitas data OpenStreetMap di beberapa negara. Pada hari pertama ini, beberapa pembicara yang hadir adalah dari OSM Foundation, USAID, New York Library, State of the Map, Mapbox, HOT, Telenav, Mapzen, OpenAddress, The Pennsyslvania State University, OpenStreetMap France, dan Mapsense. HOT Indonesia berkesempatan untuk mengisi sesi ‘State of The Map’ untuk menampilkan perkembangan kegiatan dan proyek pemetaan OpenStreetMap di Indonesia.

conference 2

Kegiatan Pembukaan dan Presentasi (sumber : https://www.flickr.com/photos/openstreetmapus)

 

bootssss

Kegiatan Pameran

Konferensi ini juga dilengkapi dengan pameran (booth) dari Mapzen, Telenav, OpenStreetMap US, Esri, Digital Globe, Amazone, Mapillary dan Hdx. Pada pameran ini, peserta dapat mendapatkan informasi yang detail seputar teknologi yang sebelumnya mereka presentasikan pada konferensi.

birds

Birds of a feather (sumber : https://www.flickr.com/photos/openstreetmapus)

 

 

 

 

 

Selain presentasi dan tanya jawab, panitia SotM US juga menyediakan ruangan untuk berdiskusi dengan topik yang diajukan sendiri oleh peserta, yang dinamakan Birds of feather. Kegiatan ini dibagi ke dalam tiga ruangan pada waktu yang bersamaan dengan sesi presentasi. Kapasitas peserta pada setiap ruangan dibuat lebih kecil agar memungkinkan peserta untuk berdiskusi lebih dalam. Setiap kelompok diskusi diberikan 26 topik yang dapat dipilih dalam durasi 30 menit/sesi.

 

 

Pada hari kedua, terdapat beberapa pembicara baru seperti Cape Code Commission, Foursquare, Stamen Design, Factual, American Red Cross, OpenHistorical Maps, Strava, Development Seed, UN OCHA, Mapillary, Esri, dan GeoBadges. Topik-topik yang didiskusikan pada SotM US 2015 dapat dilihat selengkapnya disini Program SotM.

closing

Kegiatan Penutupan (sumber: https://www.flickr.com/photos/openstreetmapus)

Pada hari ketiga terdapat kegiatan lokakarya yang dapat dipilih oleh peserta. Lokakarya tersebut terdiri dari; (1) OpenStreetMap Workshops, untuk mempelajari software yang berkaitan dengan OpenStreetMap, (2) membuat software dan dokumentasi untuk memperbaharui OpenStreetMap, (3) Maptime summit, (4) TeachOSM workshop, untuk mengetahui bagaimana materi dan pembelajaran dalam Edukasi OpenStreetMap, (5) Map New York City, untuk melakukan survei lapangan bersama NYC Parks dan Microsoft NY untuk memetakan pohon-pohon yang berada di New York City, dan (6) Missing Maps, untuk melakukan pemetaan OpenStreetMap bersama-sama di lokasi rawan bencana banjir bandang di Dares Salaam dengan menggunakan Tasking Manager. Lokasi yang menjadi prioritas untuk dipetakan dipusatkan di Keko. Hasil dari Missing Maps wilayah Keko saat ini telah hampir 100% terpetakan.

workshop

Workshop hari ketiga (sumber: https://www.flickr.com/photos/openstreetmapus

Banyak ilmu dan pengalaman yang dapat diperoleh dari kegiatan State of the Map US 2015 ini. Selain itu pula, dengan jumlah peserta yang banyak dari berbagai negara memungkinkan untuk bertemu orang baru setiap harinya dan berbagi pengalaman juga berdiskusi seputar proyek pemetaan di masing-masing negara. Kegiatan ini juga sangat memotivasi peserta untuk menggunakan OpenStreetMap dan mengembangkannya di teknologi pemetaan yang berbasis Open Source.

peserta

Foto Bersama semua peserta dan Scholarship receipts

Dewi Sulistioningrum
Dewi Sulistioningrum
I graduated from Geography Department at the University of Indonesia. I like mapping, travelling and watching movies. I am very eager to join as Trainer of Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia.

Comments are closed.