HOT Indonesia Menyelesaikan Pemetaan Seluruh Obyek Vital di Semarang

Humanitarian OpenStreetMap Team telah menyelesaikan pemetaan Semarang, ibu kota sekaligus kota terbesar di Jawa Tengah. Berukuran 373.8 kilometer persegi dengan populasi lebih dari 1,5 juta jiwa, Semarang adalah kota terbesar kelima di Indonesia. Akibat topografi yang unik berupa daerah pesisir di wilayah utara dan perbukitan di daerah selatan, kota ini sangat rawan terhadap banjir rob dan tanah longsor.

Proyek pemetaan ini berfokus pada pendigitasian tapak bangunan, jaringan jalan, dan saluran air. Tim data entry menyisir seluruh wilayah untuk melakukan validasi peta, sambil menambahkan atribut data untuk setiap infrastruktur vital, semisal rumah sakit, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya terkait untuk rencana kontinjensi kebencanaan.

Proyek ini adalah bagian dari program InAWARE, suatu alat pengelolaan bencana, untuk menunjang kualitas kajian risiko menyeluruh, peringatan dini, dan proses pengambilan kebijakan di Indonesia dengan dukungan dari USAID, Office of U.S. Foreign Disaster Assistance (OFDA), sebagai salah satu program yang didanai melalui Universitas Hawaii: Pacific Disaster Centre (PDC) dan Massachusetts Institute of Technology (MIT): PetaBencana untuk mendukung pemerintah Indonesia: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakartadan Jawa Timur.

Infografis berikut menyimpulkan beberapa hasil kunci proyek pemetaan di Semarang, beserta data yang dikumpulkan di dua kota sebelumnya, yakni Surabaya dan Jakarta. Tim kami berhasil memetakan lebih dari 482,000 bangunan; 4.4 juta meter jalan; 433 meter saluran air; dan 11,000 infrastruktur. Keseluruhan prosesnya hanya memakan waktu empat bulan, dan meliputi seluruh 177 kelurahan dan 16 kecamatan. Peta komprehensif seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk penanggulangan bencana, namun dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan perencanaan tata wilayah.

 

 

Saksikan video berikut untuk melihat potongan dokumentasi aktifitas survei lapangan. Proyek kami dapat terlaksana berkat dukungan dari komunitas lokal, universitas (Universitas Negeri Semarang), dan BPBD Semarang. Kami membagikan peta OSM cetak untuk seluruh kantor kelurahan dan tengah berlanjut dalam proses pembuatan atlas untuk digunakan badan penanggulangan bencana daerah dan kantor-kantor kelurahan.

Biondi Sima
Biondi Sima
Biondi is a Communications Specialist in the Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) Indonesia. He studied International Economic Policy and Sustainable Development in SciencesPo Paris and Peking University Beijing.

Comments are closed.