6 Negara dengan Data OpenStreetMap Terbanyak

Sudah 10.5  tahun berjalan sejak pertama kali projek OpenStreetMap ditemukan. OpenStreetMap telah berkembang dari sebuah proyek lokal menjadi peta untuk seluruh dunia dengan semakin banyaknya orang yang bergabung dalam proyek ini yang berasal dari berbagai negara. Terhitung hingga pertengahan Bulan Februari 2015, total kontributor OpenStreetMap di seluruh dunia berjumlah 1.971.000 orang (lihat Statistik Data OSM). Semakin banyak orang yang berkontribusi di OpenStreetMap maka akan semakin banyak jumlah data spasial pada peta OpenStreetMap.

Six Top Regions with Most OpenStreetMap Data in Asia

Enam Wilayah dengan Data OpenStreetMap terbanyak di Asia

Banyaknya data pada suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya, tergantung seberapa banyak objek yang sudah terpetakan pada daerah tersebut. Objek-objek yang dipetakan dapat berupa sebuah titik (nama tempat, tower, lokasi fasilitas umum, dll ), garis (jalan, sungai, dll), dan poligon (penggunaan lahan, danau, bangunan, dll). Sampai saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari negara se-Asia yang memiliki jumlah data terbanyak, yaitu 127 Mb. Berikut adalah urutan 6 negera dengan dengan jumlah data terbanyak se-Asia:

  1. Rusia (part Asia) → 957 Mb
  2. Jepang → 954 Mb
  3. Cina → 176 Mb
  4. India → 170 Mb
  5. Indonesia → 127 Mb
  6. Filipina → 108 Mb

**ukuran dalam format .pbf / Protocolbuffer Binary Format (format yang ditujukan sebagai alternatif format XML). Sumber: Geofabrik

Peringkat pertama diduduki oleh Rusia dengan data sebesar 957 Mb. Jika dilihat dari luas negara, wajar jika Rusia memiliki jumlah data terbanyak karena dibandingkan dengan negara-negara yang ada di Asia, Rusia memiliki luas wilayah paling besar dibanding dengan negara yang lain. Namun bagaimana dengan Jepang? Luas Jepang hanya 1/45 dari luas Rusia, tetapi Jepang memiliki jumlah data terbanyak kedua setelah Rusia, yaitu 954 Mb bahkan selisihnya hanya 3 Mb dari Rusia. Jika kita bandingkan pada peta OSM wilayah Rusia dan Jepang, di wilayah Rusia data OSM padat hanya di beberapa titik tertentu seperti pusat-pusat kota, sementara di Jepang terlihat hampir seluruh wilayahnya sudah tercover oleh data entah itu titik, garis maupun poligon. Pada pusat-pusat kota di Jepang data yang ada sangat kaya akan informasi. Selain itu wilayah Jepang juga sudah dipetakan area penggunaan lahannya seperti pertanian, permukiman, hutan, industri, dll.

Sementara itu China dengan luas wilayah terbesar kedua di Asia hanya memiliki jumlah data sebesar 176 Mb. Sama halnya seperti membandingkan antara Rusia dan Jepang sebelumnya, data OSM cukup padat hanya di beberapa titik tertentu seperti pusat-pusat kota di China, contohnya Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzhen. Disusul kemudian oleh India dengan jumlah data sebesar 170 Mb, Indonesia (127 Mb) dan Filipina (108 Mb)

Dalam hal ini kita tidak bisa membandingkan banyaknya data suatu daerah dengan banyaknya jumlah kontributor yang berasal dari daerah tersebut, karena kontributor yang dapat mengedit/menambahkan data di suatu daerah tidak terbatas pada batas administratif (borderless). Namun tidak bisa dipungkiri bahwa orang paling aktif memetakan daerah yang mereka ketahui, seperti lingkungan tempat tinggalnya.

Jika diasumsikan bahwa semakin luas sebuah wilayah, semakin banyak pula data OSM yang ada, maka Jepang telah mematahkan asumsi itu. Jepang adalah negara yang fenomenal dalam hal jumlah data OSMnya (di Asia) walaupun negara ini memiliki luas yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan Rusia, Cina dan India. Bisa dilihat disini, kontributor yang berkontibusi memetakan Jepang memiliki semangat dan keinginan yang sangat tinggi untuk memetakan objek-objek yang ada disana selengkap mungkin.

Mau Indonesia menduduki peringkat pertama se-Asia atau bahkan sedunia? Yuk turut berkontribusi! Masih banyak loh tempat yang belum terpetakan di Indonesia. Mari kita mulai petakan hari ini!

1 Comment

  1. Farras Octara berkata:

    Menarik. 😀 Rusia (Asia) dan Rusia (Eropa) kalau digabung bisa lebih dari satu gigabyte, btw.